
Jakarta – Tim penyelamat Rusia menemukan bagian pertama dari pesawat militer yang jatuh ke Laut Hitam, Senin.
"Puing-puing pesawat berada di kedalaman 27 meter satu mil dari pantai," kata juru bicara pencarian dan penyelamatan dari Kementerian Darurat Rusia, Rimma Chernova dilansir Agence France de Presse (AFP), Selasa, (27/12/2016).
Militer Rusia menambahkan bahwa penyelam telah mengambil dua elemen mekanisme kontrol pesawat.
Kemudian Kementerian Pertahanan mengatakan bagian dari badan pesawat itu berukuran 3,5 meter dengan 4,5 meter (11 kaki dengan 15 kaki), telah ditemukan dan dibawa ke pantai Senin malam. Operasi pencarian dilakukan semalam dan hari-hari berikutnya.
Penyidik belum mengkonfirmasi penyebab kecelakaan itu, namun para pejabat terkait mengatakan aksi teror tidak dianggap sebagai penjelasan penyebab dari jatuhnya pesawat, meskipun pesawat dan kotak hitam masih berada di bawah air.
"Tidak ada tanda-tanda atau fakta yang menunjuk ke suatu tindakan yang mungkin teror telah diterima pada saat ini," kata Dinas Keamanan Federal Rusia dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita nasional.
"Penyelidikan berfokus pada kesalahan pilot, kesalahan teknis, bahan bakar dan benda asing di mesin sebagai empat skenario utama," tambahnya.
Lebih dari 3.000 orang berlomba untuk menemukan jenazah dan puing-puing pesawat dalam operasi besar-besaran yang mencakup 45 kapal, pesawat, helikopter dan pesawat, bersama dengan penyelam.
Pesawat Tu-154 yang membawa penumpang termasuk lebih dari 60 anggota Red Army Choir jatuh saat sedang menuju pangkalan militer Rusia di Suriah tak lama setelah lepas landas pada hari Minggu. Pesawat Tu-154 telah terlibat dalam sejumlah kecelakaan di masa lalu, termasuk kecelakaan pada April 2010 yang menewaskan Presiden Polandia Lech Kaczynski dan delegasinya. Pesawat ini tidak lagi digunakan oleh penerbangan komersial di Rusia.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU