
Baghdad - Perdana Menteri Irak Haide al-Abadi mengatakan pasukan Irak akan membutuhkan waktu tiga bulan untuk melenyapkan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
"Di Irak, saya percaya bahwa kondisi menunjukkan bahwa perlu tiga bulan untuk menghilangkan kelompok ini," kata Abadi sebagaimana dilansir Xinhua, Rabu, (28/12/2016).
Komentar Abadi datang dalam menanggapi komandan pasukan koalisi AS di Irak yang memprediksi dalam sebuah wawancara, dua tahun pertempuran untuk membersihkan ISIS dari Mosul dan Raqqa, dan kemudian melawan sisa-sisa yang kemungkinan akan melarikan diri ke padang pasir yang luas antara Suriah dan Irak.
Abadi juga mengatakan pasukan Irak berjuang dengan apa yang dia beri nama "war of attrition" terhadap kelompok ekstremis ISIS. Abadi juga menegaskan pasukan keamanan Irak telah menghancurkan 900 bom mobil di Mosul selama dua bulan terakhir.
Setelah hampir dua bulan pertempuran melawan militan ISIS di Mosul, pasukan elit counter-terrorism telah merebut kembali kontrol dari 40 distrik, sementara Divisi lapis baja 9 dan Divisi 1 merebut kembali enam wilayah di timur kota.
Pasukan Irak menghadapi pertempuran melelahkan di Mosul dari militan ekstremis yang melakukan serangan balik dalam kelompok-kelompok kecil yang bergerak cepat di seluruh distrik, dan menggunakan bom mobil bunuh diri, serta mortir dan penembak jitu.
Pada tanggal 17 Oktober lalu, Abadi mengumumkan serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negara itu. Sejak itu, pasukan keamanan Irak, didukung oleh pasukan koalisi internasional telah beringsut ke pinggiran timur Mosul dan membuat kemajuan pada rute lain di sekitar kota.
Mosul, sekitar 400 km utara ibukota Irak, Baghdad, telah berada di bawah kendali ISIS sejak Juni 2014.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU