
Mosul - Pasukan keamanan Irak, Kamis, merebut kembali dua desa dan menewaskan hingga 200 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam upaya ofensif untuk mengusir ISIS dari kubu utama mereka di kota Mosul.
Pasukan Counter-Terrorism Service (CTS) menyerang garis depan ISIS di sisi timur Mosul, dan berhasil mengkontrol al-Quds, sementara bentrokan berat terus terjadi di wilayah lain di dekatnya.
Dikutip Xinhua, Jumat, (30/12/2016), di front utara, tentara Divisi 16 tmembebaskan desa al-Sada dan Tawiyla dan mengangkat bendera Irak di atas bangunan utama setelah bentrokan sengit dengan militan ISIS.
Di tenggara Mosul, polisi federal yang bekerja sama dengan para prajurit dari Divisi lapis baja ke-9 menyerang garis depan militan ISIS di tiga wilayah al-Entisar, al-Salam dan al-Shaimaa.
Di sisi lain, ISIS melakukan beberapa serangan balik terhadap tentara. Puluhan militan ISIS yang didukung oleh mobil dan sejumlah pembom bunuh diri menyerang polisi federal dan tentara Divisi 9 di tenggara kota, tetapi pasukan menahan serangan mereka dan menewaskan 103 militan dan empat pembom bunuh diri yang mengenakan rompi peledak.
Pasukan juga menghancurkan 24 jebakan mobil, termasuk beberapa bom mobil bunuh diri, selain menghancurkan dua kendaraan yang membawa senapan mesin berat.
Serangan ISIS lainnya dipukul mundur oleh tentara Divisi 16 ketika para mereka menyerang tentara Irak di ujung utara kota dan meninggalkan 50 militan tewas dan 12 bom mobil hancur.
Sementara itu, Abu Hudhaifa, pemimpin terkemuka ISIS di front utara Mosul ewas oleh serangan udara yang dilakukan oleh pesawat koalisi pimpinan AS.
Di Mosul timur, pasukan CTS melawan ISIS siang hari dan menewaskan 35 militan ISIS dan menghancurkan dua bom mobil bunuh diri dan sebuah kendaraan yang membawa senapan mesin berar.
Pertempuran di Mosul melibatkan pasukan CTS, pasukan tentara dan polisi federal yang diluncurkan pagi hari. Serangan tahap kedua ini adalah upaya ofensif untuk membebaskan Mosul, dan pasukan membuat dorongan baru ke beberapa wilayah sisi timur Mosul.
Seperti diketahui, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada 17 Oktober lalu mengumumkan serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negara itu. Sejak itu, pasukan keamanan Irak, didukung oleh pasukan koalisi internasional, telah beringsut ke pinggiran timur Mosul dan membuat kemajuan pada rute lain di sekitar kota. Mosul, sekitar 400 km utara ibukota Irak, Baghdad, berada di bawah control ISIS sejak Juni 2014.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU