
Ankara - Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim lakukan aksi penembakan di sebuah klub malam Istanbul yang menewaskan 39 orang pada malam tahun baru.
Dalam sebuah pernyataan yang beredar di media sosial, ISIS mengatakan "tentara kekhalifahan" telah melakukan serangan di klub malam Reina. Dan menuduh Turki, sebuah negara dengan mayoritas Muslim, menjadi hamba orang-orang Kristen dalam hubungannya dengan aliansi Ankara dengan pertempuran koalisi internasional melawan ISIS. Turki pun menjadi ujung tombak dari rencana gencatan senjata Rusia untuk membentuk dasar bagi pembicaraan damai di Suriah.
Sebagai informasi, pria bersenjatakan Kalashnikov menyerbu masuk klub malam Reina dan menembaki para pengunjung di klub yang dipenuhi sekitar 700 orang pada malam pergantiaan tahun. Tapi setelah mengganti pakaian, pria bersenjata itu meninggalkan klub malam dan berhasil menghindari pasukan keamanan.
Tidak ada laporan bahwa pihak berwenang telah menahan pria bersenjata tetapi Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus mengatakan data fisik dan sidik jari telah diperoleh.
"Ini adalah penyelidikan yang sulit," katanya sambil berjanji akan segera mengidentifikasi penyerang
Kurtulmus, seperti dilansir Agence France de Presse (AFP), Selasa, (3/1/2017), mengatakan polisi anti-teror sejauh ini telah menahan delapan tersangka.
Harian Hurriyet mengatakan Investigator percaya pria bersenjata itu berasal dari negara-negara Asia Tengah Kyrgyzstan atau Uzbekistan. Dan penyerang terkait dengan jaringan yang sama dengan aksi di bulan Juni dan serangan di bandara Ataturk Istanbul yang menewaskan 47 orang tewas.
Tapi harian pro-pemerintah Yeni Akit membuat heboh di media sosial dengan judul yang menyatakan Amerika Serikat adalah "tersangka nomor satu " atas serangan itu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU