Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Kelompok Bersenjata Serang Penjara di Filipina Selatan, 150 Tahanan Kabur

Internasional
04 Jan 2017
Kelompok Bersenjata Serang Penjara di Filipina Selatan, 150 Tahanan Kabur

 

Kidapawan – Terduga kelompok pemberontak Islam garis keras menyerbu sebuah penjara Rabu pagi di Filipina selatan, menewaskan seorang penjaga dan membebaskan lebih dari 150 tahanan.

 

Baku tembak selama dua jam pecah ketika lebih dari 100 pria bersenjata yang diyakini dipimpin oleh seorang komandan pemberontak Islam lokal menyerang penjara sekitar pukul 01:00 waktu setempat, kata pihak berwenang penjara.

 

"Ini untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka yang di bawah pengawasan kami. Ini adalah operasi penyelamatan," kata Sipir Penjara Peter John Bonggat kepada ABS-CBN lokal.

 

Bonggat meyakini para penyerang sebagai faksi sempalan dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF), organisasi gerilyawan Islam terbesar di negara itu yang sedang dalam pembicaraan damai dengan pemerintah.

 

Setidaknya 158 tahanan telah melarikan diri, meskipun tidak jelas berapa banyak dari mereka yang terkait dengan penyerang atau hanya narapidana lain yang mengambil keuntungan dari kekacauan.

 

"Mereka (para narapidana) mengambil peluang dalam serangan itu,... mereka menggunakan tempat tidur dan menumpuk satu di atas yang lain untuk melarikan diri," kata Bonggat sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Agence France-Presse (AFP)

 

Bonggat mengatakan penjara yang dihuni  1.511 narapidana kekurangan penjaga dan terletak di daerah berhutan. Kidapawan, 950 kilometer (590 mil) selatan dari Manila adalah rumah bagi berbagai kelompok pemberontak, kelompok kriminal dan pemberontak komunis.

 

"Kami memiliki banyak narapidana yang merupakan anggota kelompok sindikasi," kata Bonggat.

 

Sementara itu, Juru bicara MILF Von al-Haq mengatakan tidak tahu menahu siapa penyerang itu dan menghubungi anggotanya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. MILF memiliki sekitar 10.000 pengikut bersenjata, namun mereka menghormati gencatan senjata dengan pemerintah sebagai bagian dari upaya perdamaian.

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X