Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Bentrokan Rasial Membuat Pekerjaan Sebagian Polisi di AS Berisiko

Internasional
13 Jan 2017
Bentrokan Rasial Membuat Pekerjaan Sebagian Polisi di AS Berisiko

 

Washington – Insiden penembakan antara warga kulit hitam dan polisi telah meninggalkan banyak polisi khawatir tentang keselamatan mereka dan enggan untuk melakukan beberapa tugasnya, menurut sebuah survei yang dirilis belum lama ini.

 

"Sebanyak 72 persen mengatakan petugas di departemen mereka sekarang kurang bersedia untuk berhenti dan mempertanyakan orang yang mencurigakan. Sekitar sembilan dari sepuluh petugas  atau 93 persen-nya mengatakan rekan-rekan mereka khawatir tentang keselamatan pribadi mereka," kata survey yang dilakukan  Pew Research Center National sebagaimana dilansir Xinhua, Jumat, (13/1/2017).

 

Survei yang  melibatkan hampir  8.000 polisi menemukan juga lebih dari 86 persen dari mereka berpikir pekerjaan mereka lebih sulit saat ini karena tingginya insiden penembakan yang terjadi.

 

Pada tahun 2016, 232 warga Amerika kulit hitam di Amerika Serikat ditembak mati oleh polisi. Penembakan fatal ini telah memperburuk ketegangan antara polisi dan warga Amerika berkulit hitam  yang mengarah ke dendam pada polisi oleh warga Amerika berkulit hitam. Pada tanggal 17 Juli 2016, mantan Marinir berkulit hitam menewaskan tiga polisi dan melukai beberapa orang lainnya dalam insiden penembakan di Baton Rouge, Louisiana.

 

Pada tanggal 7 Juli, 2016, Angkatan Darat veteran berkulit hitam bernama Micah Johnson disergap dan membunuh  lima polisi di Dallas, Texas. Pada 5-6 Juli 2016, dua orang berkulit hitam ditembak mati oleh polisi di Louisiana dan Minnesota, yang memicu protes marah oleh warga keturunan Afrika Amerika melawan kebrutalan polisi dan diskriminasi rasial.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X