
Meksiko - Lima orang tewas dan 15 luka-luka ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah klub malam di Playa del Carmen Resort, Meksiko, saat berlangsungnya festival musik elektronik BPM, Senin, (16/1/2017), waktu setempat
Jaksa Agung Negara Quintana Roo, Miguel Angel Pech mengatakan warga negara Kanada, Italia dan Meksiko termasuk di antara korban yang tewas. Sementara kedutaan Amerika Serikat di Meksiko mengatakan pihak berwenang telah mengkonfirmasi kematian dari warganya.
Dilansir Reuters, Selasa, (17/1/2017), Pech sebelumnya mengatakan dua warga negara Kanada dan Kolombia tewas dalam serangan itu. Salah satu yang tewas terinjak saat meninggalkan klub.
Pech mengatakan tujuh dari 15 orang terluka masih berada di rumah sakit. Salah satunya dalam kondisi serius. Dua pekerja keamanan menjadi korban penembakan, tetapi dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang festival mengatakan tiga pekerja tim keamanan mereka telah tewas.
Pech menambahkan, pria bersenjata itu berhasil melarikan diri dan masih buron. Insiden itu tidak sedang diselidiki sebagai tindakan terorisme.
Penembakan ini menjadi pukulan besar bagi industri pariwisata Meksiko yang telah menjadi salah satu pemasukan utama dalam perekonomian Meksiko.
Sementara itu, DJ Jackmaster dalam twitter-nya mengatakan, "Ini adalah situasi yang sangat, sangat sedih. Pikiran dan belasungkawa kepada semua yang terkena dampak”.
Festival BPM yang memasuki tahun ke-10 telah berkembang menjadi salah satu acara musik elektronik terbesar di dunia, dengan DJ top dunia yang bermain setiap Januari dari Playa del Carmen sampai sepanjang pantai Karibia Meksiko.
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak DJ dan penggemar musik elektronik berbondong-bondong melarikan diri dari musim dingin Eropa dan musim dingin Amerika Utara.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU