
Nigeria - Palang Merah Internasional (ICRC) pada Selasa berjanji akan terus mengirim bantuan ke wilayah Nigeria Timur Laut setelah enam orang pekerjanya terbunuh di antara sekitar 50 korban serangan di kampung pengungsi di jantung milisi Islam.
Pemerintah Nigeria mengatakan bahwa serangan bom udara di perkampungan Rann di wilayah negara Borno, yang sudah tujuh tahun menjadi wilayah kantung kekuasaan Boko Haram yang berniat mendirikan kalifah sebagai "kecelakaan operasi yang disesalkan".
Komandan Militer setempat Jenderal Lucky Irabor mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kesalahan dan menyebutkan bahwa pekerja sosial untuk badan amal Dokter Tanpa Batas (MSF) dan ICRC ikut cedera.
MSF mengatakan sedikitnya 52 orang terbunuh dan 120 orang mengalami cedera.
Perempuan juru bicara ICRC mengatakan enam anggota ICRC Nigeria terbunuh dan 13 terluka, namun menegaskan bahwa serangan itu tidak akan membuat surut tugas kemanusian mereka di wilayah tersebut.
"Kami berjanji akan terus mengirimkan bantuan bagi penduduk di daerah konflik yang memerlukan," kata Aleksandra Mosimann dari ICRC kepada Thomson Reuters Foundation.
"Kami menyampaikan belasungkawa bagi keluarga rekan-rekan yang kehilangan orang-orang terkasih mereka." ICRC melakukan koordinasi untuk memberi bantuan medis dengan pihak berwenang dan badan-badan lain dan MSF mengatakan bahwa tim mereka di Kamerun dan Chad sudah siap merawat korban terluka." "Sekarang kami sedang bekerjasama dengan militer Nigeria untuk memastikan bahwa serangan mematikan seperti itu tidak akan terulang," kata Hugues Robert, Manager Program MSF Nigeria.
"Kami melakukan banyak langkah untuk mitigasi risiko tetapi tidak siap untuk menerima serangan udara dari militer nasional dari negara tempat kami bekerja... khususnya di tempat yang sepenuhnya mereka kendalikan dan kami sadar akan keberadaan kami." Menurut data Keamanan Pekerja Sosial terdapat 109 pekerja sosial terbunuh di 25 negara pada 2015, di negara-negara yang mengalami konflik di Afganistan, Somalia, Sudan Selatan, Suriah dan Yaman .
Boko Haram telah membunuh sekitar 15.000 orang dan pasukan dan memaksa sekitar dua juta orang meninggalkan rumah mereka.
Tetapi kelompok itu telah didesak keluar dari wilayah itu oleh militer Nigeria dengan bantuan dari negara-negara tetangga.
Presiden Muhammadu Buhari menyampaikan penyesalannya atas kekeliruan serangan bom pada Selasa yang sebetulnya ditujukan kepada kelompok militan Boko Haram.
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU