
Mali - Puluhan orang telah tewas dalam serangan bom mobil di sebuah kamp militer di utara kota Gao. Mali. Ledakan yang terjadi Rabu pagi waktu setempat menghatam kamp militer yang disita oleh kelompok-kelompok bersenjata di 2012 sebelum pasukan Perancis mengusir mereka keluar setahun kemudian.
Presiden Ibrahim Boubacar Keita pun mengumumkan masa berkabung tiga hari setelah serangan, yang diklaim sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun.
Sadou Maiga, dokter di rumah sakit Gao, mengatakan semua kegiatan lain rumah sakit telah berhenti untuk menangani puluhan korban luka-luka. "Beberapa meninggal karena luka-luka mereka, dan lain-lain dalam keadaan yang sangat serius," katanya seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis, (19/1/2017).
Menurut TV negara ORTM Korban sementara adalah 47 orang tewas dan beberapa terluka. Sebelumnya, sumber rumah sakit di Gao mengatakan sedikitnya 40 orang tewas dan 60 terluka.
Saksi mata mengatakan mobil dengan bahan peledak meneronos kamp militer sekitar pukul 09:00, saat ratusan prajurit berkumpul untuk rapat. Diarran Kone, juru bicara militer Mali, mengatakan kendaraan penyerang menggunakan logo unit koordinasi patroli bersama.
“Pembom bunuh diri berhasil menipu kewaspadaan prajurit dan menembus kamp,” kata Kone.
Afiliasi al-Qaeda di Afrika Utara, AQIM, mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu. AQIM menggambarkan serangan itu sebagai "hukuman untuk kerjasama dengan Perancis".
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Francois Hollande, Presiden Perancis, mengunjungi kamp. Perancis mengirim pasukan ke Mali atas permintaan pemerintah di sana pada awal 2013 untuk mencegah bentrokan denbgan kelompok-kelompok bersenjata di ibukota Bamako.
Gao sendiri dianggap sebagai kota yang aman di Mali utara, dengan beberapa pos-pos pemeriksaan tentara Perancis dan Mali di sepanjang jalan utama. Namun, kantor misi penjaga perdamaian PBB yang terletak di sebelah terminal bandara diratakan oleh ledakan truk-bom bulan lalu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU