Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Starbucks Akan Pekerjakan 10.000 Pengungsi Di Seluruh Dunia

Internasional
30 Jan 2017
Starbucks Akan Pekerjakan 10.000 Pengungsi Di Seluruh Dunia

.

 

Jakarta - Menanggapi larangan perjalanan Presiden Donald Trumph, Starbucks berencana memperkerjakan 10.000 pengungsi di seluruh dunia selama lima tahun ke depan

 

"Saya menulis kepada Anda hari ini dengan keprihatinan yang mendalam, berat hati dan janji tegas," kata Ketua Starbucks dan Kepala Eksekutif Howard Schultz sebagaimana dikutip Agence France-Presse (AFP), Senin, (30/1/2017).

 

"Kita hidup dalam waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana kita adalah saksi hati nurani negara kita, dan janji dari American Dream, yang dipertanyakan."

 

Schultz yang juga seorang pendukung Partai Demokrat, mengatakan Starbucks telah menghubungi karyawannya yang terkena perintah eksekutif yang ditandatangani presiden baru AS tersebut pada Jumat pekan lalu.

 

Trump menandatangani perintah eksekutif pada hari Jumat yang melarang masuk ke Amerika Serikat untuk semua warga negara dari tujuh negara mayoritas Muslim, yaitu Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

 

Schultz yang juga membela Meksiko, mengatakan ketidaksetujuan juga soal Trump yang ingin membangun dinding di sepanjang perbatasan antara AS dan Meksiko.

 

"Membangun jembatan, tidak dinding dengan Meksiko," katanya yang menyuarakan dukungan bagi negara yang telah menyediakan Starbucks selama tiga dekade di mana hampir 600 kedai kopi Starbucks mempekerjakan 7.000 orang.

 

"Kami siap untuk membantu dan mendukung pelanggan kami Meksiko, mitra dan keluarga mereka karena mereka menavigasi apa dampak yang diusulkan oleh sanksi perdagangan, pembatasan imigrasi dan pajak. Kami akan terus berinvestasi di pasar penting ini”.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X