
New York – PBB berharap larangan masuknya pengungsi ke Amerika Serikat dicabut sesegera mungkin. "Kami berharap itu akan dicabut secepatnya," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dilansir Xinhua, Rabu, (1/1/2017).
Seperti diketahui, ribuan demonstran berunjuk rasa di depan Gedung Putih di Washington DC pada Minggu, sementara demonstrasi berlanjut dilebih dari 30 bandara Amerika setelah Presiden ASDonald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif pembatasan semua pengungsi dan tujuh negara di Timur Tengah
Di bawah perintah eksekutif, pengungsi dari seluruh dunia akan ditangguhkan masuk AS selama 120 hari sementara semua imigran dari apa yang disebut sebagai "negara-negara dengan kekhawatiran terorisme" akan ditangguhkan selama 90 hari. Negara yang termasuk dalam larangan tersebut adalah Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia dan Yaman.
Sebelumnya pada Selasa, Sekjen PBB Antonio Guterres, dalam perjalanan kembali dari Ethiopia mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kontrol perbatasan negara atas masuknya pengungsi "tidak dapat didasarkan pada setiap bentuk diskriminasi yang terkait dengan agama, etnis atau kebangsaan”.
Meskipun negara memiliki hak, bahkan kewajiban untuk bertanggung jawab mengelola perbatasan mereka untuk menghindari infiltrasi oleh anggota organisasi teroris.
Sementara itu, larangan tersebut juga "memicu kecemasan yang meluas dan kemarahan yang dapat memfasilitasi propaganda organisasi teroris yang kita semua ingin melawan," kata pernyataan Guterres yang dibacakan oleh Dujarric.
Sekjen PBB ini memuji negara-negara Afrika untuk membuka perbatasan mereka untuk pengungsi dan orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU