
Dubai - Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan larangan visa sementara yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trumoh pada warga dan pengungsi dari tujuh negara mayoritas Muslim adalah hak kedaulatan dari Amerika Serikat.
”Larangan itu tidak melawan agama tertentu karena mayoritas negara-negara Muslim tidak masuk dalam daftar negara-negara yang warganya terkena dampak”, kata Menteri Luar Negeri UAE dan Kerjasama Internasional, Sheikh Abdullah Bin Zayed Al-Nahyan dikutip Xinhua, Kamis, (2/2/2017)/
Pada konferensi pers bersama di Abu Dhabi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Ahmed Abu Al Ghait, Sekretaris Jenderal Liga Arab, diplomat UEA itu mengatakan semua negara memiliki hak untuk membuat keputusan tentang kedaulatan mereka.
Al-Nahyan menanggapi pertanyaan tentang keputusan Trump pada Jumat pekan lalu yang untuk sementara melarang warga dari Suriah, Libya, Yaman, Irak, Iran, Somalia, dan Sudan datang ke AS. Trump mengatakan pembatasan perjalanan itu akan membantu melindungi Amerika Serikat dari serangan teroris.
Pada hari Minggu, Wakil UEA Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Sheikh Mohammed Bin Zayed, bercakap melalui via telepon dengan Trump. Politisi UEA itu mengatakan selama percakapan tersebut "ekstremisme dan terorisme tidak memiliki agama atau identitas."
"UEA melihat ke depan untuk mengatasi panggung yang kacau dan tidak stabilnya daerah ini melalui kerjasama dan upaya melayani kepentingan bersama, mencapai perdamaian, stabilitas dan memulihkan keamanan”.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU