
Ramallah - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menginstruksi diplomat senior Palestina, termasuk menteri luar negeri dan duta besar untuk PBB segera memulai lobi terhadap permukiman Israel di wilayah Palestina.
Nabil Abu Rdineh, juru bicara Mahmoud Abbas dalam sebuah pernyataan mengatakan diplomat Palestina akan mengadakan konsultasi langsung dengan masyarakat internasional sebagai respon terhadap eskalasi Israel membangun permukiman di wilayah Palestina. Dia juga mengatakan para diplomat akan mengutuk sikap diam Amerika Serikat.
"Presiden Abbas memberikan instruksi yang jelas kepada Menteri Luar Negeri Reyad al-Malki dan Duta Besar Palestina untuk PBB menemukan cara yang tepat untuk menghentikan agresi Israel ini dan mengakhiri pembangunan permukiman yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," kata Abu Rdineh.
Pertumbuhan yang signifikan dari permukiman Israel menggerogoti semua harapan untuk keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut. "Israel bermain dengan api dan akan bertanggung jawab," katanya.
Dia juga mencatat keheningan pemerintahan Trump saat ini dan menghindari mengutuk permukiman Israel. "Sebenarnya mendorong pemerintah Israel saat ini untuk melaksanakan kegiatan permukiman lainnya."
Public Radio Israel sebelumny melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman menyetujui rencana untuk membangun 3.000 unit rumah baru di permukiman di Tepi Barat. Pekan lalu, 3.100 unit lebih telah disetujui di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Keputusan Israel untuk meningkatkan pembangunan permukiman datang beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menjabat di Gedung Putih. Tidak ada pernyataan resmi yang dibuat oleh Trump apakah ia mendukung permukiman atau tidak.
Sementara itu, Hanana Ashrawi, anggota dalam komite eksekutif PLO, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keheningan pemerintah Amerika, dan mereka yang baru-baru ini ditunjuk di Gedung Putih, secara politis dan finansial mendukung permukiman Israel.
"Keheningan dan dukungan ini telah mendesak Netanyahu untuk menafsirkannya sebagai penerimaan dan juga dorongan untuk melanjutkan," katanya yang menambahkan bahwa "Israel telah benar-benar merusak segala kemungkinan untuk mendirikan negara Palestina di wilayah yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967. "
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU