Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Mesir: Pengesahan Permukiman Yahudi Rusak Penyelesaian Damai Israel - Palestina

Internasional
08 Feb 2017
Mesir: Pengesahan Permukiman Yahudi Rusak Penyelesaian Damai Israel - Palestina

 

Kairo  - Persetujuan Parlemen Israel bagi peraturan yang mensahkan permukiman di Tepi Barat Sungai Jordania merusak penyelesaian dua-negara dan menghalangi upaya untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina, kata Kementerian Luar Negeri Mesir, Selasa (7/2).

 

Pada Senin (6/2), Knesset (Parlemen) Israel menyetujui apa yang disebut "Regulation Bill", yang  mensahkan sebanyak 3.850 rumah di puluhan pos depan yang dibangun secara tidak sah di tanah milik pribadi orang Palestina.

 

"Rancangan peraturan tersebut dipandang sebagai penegakan status tidak sah permukiman dan melanggar konvensi dan hukum internasional serta resolusi terkait Dewan Keamanan PBB," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmed Abu Zeid di dalam satu pernyataan.

 

Ia menambahkan tindakan sepihak semacam itu akan menghalangi upaya untuk mewujudkan perdamaian guna menghidupkan kembali proses perdamaian dan melanjutkan pembicaraan langsung antara Palestina dan Israel. Ia menekankan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara mereka sendiri di wilayah yang sepenuhnya milik mereka dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

 

Tindakan tersebut juga dikutuk oleh Liga Arabyang menggambarkan peraturan baru Israel itu sebagai tak lebih dari kedok untuk mencuri tanah dan merampas harta orang Palestina.

 

Pada awal Desember 2016, Knesset mula-mula menyetujui dua rancangan undang kontro-versial pro-permukiman yang dimaksudkan untuk berlaku mundur dan mensahkan sebanyak 4.000 rumah di permukiman Yahudi dan mengizinkan perampasan lebih banyak tanah orang Palestina di Tepi Barat.

 

Lebih dari 400.000 pemukim Yahudi saat ini tinggal di Tepi Barat dan tak kurang dari 200.000 orang lagi tinggal di Jerusalem Timur, yang akan dijadikan ibu kota negara masa depan oleh orang Palestina.

 

Israel dituduh oleh masyarakat internasional sebagai penyebab kebuntuan dalam proses perdamaian akibat kebijakan perluasan permukimannya, yang ditolak bahkan oleh sekutu paling kuatnya, Amerika Serikat.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X