
Jakarta - Pria bersenjata dari kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) menewaskan enam staf Palang Merah di Afghanistan saat mereka sedang memberikan pasokan bantuan di Afghanistan Utara pada Rabu. Sedangkan dua staf Palang Merah lainnya hilang setelah terjadi serangan di provinsi Jowzjan,
Konvoi mereka, yang terdiri dari tiga pengemudi dan lima petugas lapangan, diserang ketika membawa bahan ternak untuk daerah terpencil yang sangat terpengaruh dalam beberapa hari terakhir oleh hujan salju lebat.
"Ini adalah tindakan tercela," kata Monica Zanarelli, Kepala Komite Internasional Palang Merah di Afghanistan dikutip Agence France-Presse (AFP), Kamis, (9/2/2017). "Tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan rekan-rekan kami dan teman-teman."
Kepala polisi Jowzjan Rahmatullah Turkistani menyalahkan pejuang ISIS lokal dibalik serangan tersebut. "Pejuang ISIS aktif di daerah tersebut," katanya "Kami sebelumnya berulang kali memperingatkan mereka untuk tidak pergi ke daerah berbahaya seperti daerah yang di bawah kontrol ISIS."
Turkistani mengatakan jenazah dari enam pekerja tersebut telah dibawa ke rumah sakit. Beberapa dari mereka memiliki beberapa luka peluru yang ditembak dari jarak dekat di kepala dan dada.
International Committee of the Red Cross (ICRC) yang telah bekerja di Afghanistan selama beberapa dekade, mengatakan hal itu menjadikan operasi kemanusiaannya tertahan, namun mereka tidak ada rencana untuk menarik staf-stafnya.
"Kita sekarang perlu untuk menganalisis apa yang terjadi, dan kami kemudian akan membuat keputusan tentang bagaimana kita akan bergerak maju," kata Dominik Stillhart, Direktur Operasi ICRC.
"Situasi kemanusiaan di Afghanistan adalah mengerikan. Kami adalah salah satu dari beberapa organisasi yang hadir di seluruh negeri, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mempertahankan respon kami di Afghanistan."
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU