New York - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pembicaraan damai antara pemerintah Kolombia dan kelompok gerilya The National Liberation Army (ELN) di Quito, ibukota Ekuador.
Dalam pembicaraan dengan kelompok oposisi terbesar kedua, pemerintah Kolombia mencari kesepakatan yang sama dengan yang dicapai tahun lalu dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), untuk mengakhiri konflik selama lima dekade.
Dilansir Xinhua, Kamis, (9/2/2017), Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan menyelesaikan konflik adalah penting untuk mencapai perdamaian yang komprehensif di Kolombia, untuk menyelamatkan nyawa dan untuk memajukan pembangunan berkelanjutan di seluruh negeri.
"Sekretaris Jenderal mengambil catatan dari komitmen para pihak untuk mendengarkan suara-suara dari masyarakat yang terkena dampak konflik," kata Dujarric .
Sekjen PBB juga memuji Brazil, Chili, Kuba, Ekuador, Norwegia dan Venezuela untuk komitmen mereka sebagai penjamin, serta negara-negara yang menyertainya dan pendukung lainnya, tambahnya.
Pemerintah Kolombia dan ELN memulai pembicaraan resmi mereka pada Selasa yang bertujuan mengakhiri lima dekade pertempuran. Upacara ini dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara mendukung pembicaraan damai, termasuk Norwegia, Chili, Kuba, Brazil dan Venezuela, dengan sekitar 150 tamu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU