
Jakarta - Korea Utara mengatakan telah berhasil menguji rudal balistik terbarunya.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un sangat puas atas pengujian rudal balistik yang menambah kekuatan yang luar biasa dari negaranya , kata kantor berita KCNA dikutip AFP, Senin, (13/2/2017).
Rudal itu diluncurkan pada Minggu wakt setempat di dekat kota barat Kusong dan terbang sekitar 500 kilometer (310 mil) sebelum jatuh ke Laut Jepang (Laut Timur). Foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan saat jatuh dan meledak, Kim tersenyum saat menonton dari pusat komando peluncuran, dikelilingi oleh puluhan tentara dan ilmuwan yang bersorak.
Menurut Yun Duk-Min dari Institute for Foreign Affairs and Security di Seoul, rudal yang digunakan didukung oleh mesin berbahan bakar padat yang membutuhkan waktu pengisian bahan bakar jauh lebih pendek dari rudal bertenaga bahan bakar cair konvensional.
"Yang mereka lakukan dapat menimbulkan ancaman yang lebih besar untuk lawan," katanya yang menambahkan rudal tersebut sulit untuk dideteksi sebelum peluncuran oleh satelit.
Sementara itu, Kementerian pertahanan Seoul mengatakan peluncuran rudal Korut ini untuk menarik perhatian global atas kemampuan rudal dan nuklir Korut. "Hal ini juga percaya bahwa itu adalah provokasi bersenjata untuk menguji respon dari pemerintah baru AS di bawah Presiden Trump," tambahnya.
Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan menanggapi Korut yang lagi-lagi menguji coba rudal balistiknya langsung meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas peluncuran. Dewan ini diharapkan untuk melakukan konsultasi pada hari Senin.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam konferensi pers dadakan dengan Trump di Florida pada hari Minggu menyebut tes ini sebagai sesuatu yang tidak bisa ditoleransi lagi
Korea Utara sebagai informasi, dilarang di bawah resolusi PBB dari setiap penggunaan teknologi rudal balistik. Tapi enam set sanksi PBB sejak uji coba nuklir pertama Pyongyang pada tahun 2006 telah gagal untuk menghentikan upaya Korut.
Tahun lalu Korut melakukan dua uji coba nuklir dan peluncuran rudal dalam pengembangan sistem senjata nuklir yang mampu menghantam daratan Amerika Serikat.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU