
Jakarta - Tanggapan sepihak beberapa negara terkait uji coba rudal Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) hanya akan meningkatkan ketegangan, kata seorang anggota parlemen senior Rusia.
"Tindakan sepihak yang diambil oleh Amerika Serikat, Republik Korea (ROK) atau Jepang hanya akan menambah ketegangan yang sudah tinggi," kata Konstantin Kosachev, Ketua Komite Luar Negeri Majelis Tinggi Parlemen Rusia seperti dikutip Xinhua, Senin, (13/2/2017).
Kosachev menambahkan, tanggapan dari masyarakat internasional untuk peluncuran rudal Korea Utara ini harus dilakukan secara bersama-sama dalam kerangka Dewan Keamanan PBB atau pembicaraan enam pihak (DPRK, ROK, Rusia, China, Jepang dan Amerika Serikat).
Pyongyang meluncurkan rudal balistik jarak menengah Musudan yang disebut Hwaseong-10. Rudal itu terbang sekitar 500 km dan mendarat di perairan lepas pantai timur Korut. Musudan dapat menjangkau seluruh Jepang dan pangkalan militer Amerika Serikat di Guam dalam kisaran target.
Peluncuran hari Minggu adalah yang pertama di tahun 2017 dan juga yang pertama sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden AS pada 20 Januari. Militer Seoul mengatakan peluncuran itu bagian dari protes bersenjata terhadap sikap garis keras AS pemerintahan baru terhadap DPRK.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan, peluncuran itu merupakan pelanggaran dari resolusi Dewan Keamanan PBB dan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dan masyarakat internasional.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU