Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pejuang ISIS Paling Dicari di Perancis Tewas

Internasional
17 Feb 2017
Pejuang ISIS Paling Dicari di Perancis Tewas

 

Jakarta - Salah satu jihadis paling dicari Perancis Rachid Kassim diperkirakan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan AS di dekat kota Mosul, Irak.

 

Dilansir dari laman Independent, Jumat, (17/2/2017), baik Amerika Serikat dan sumber polisi Prancis telah mengkonfirmasi bahwa Kassim tewas di serangan 8 Februari.  Di Paris, seorang pejabat tinggi yang terlibat dalam operasi kontra-teror tidak "mutlak konfirmasi" kematiannya, tapi probabilitasnya tinggi dia adalah Kassim.

 

Rachid Kassim, yang  lahir di Roanne tahun 1987, adalah seorang perekrut untuk kelompok ekstremis, mendorong serangan dan menghubungkan remaja radikal melalui rekening Telegram dan Facebook-nya.

 

Otoritas Perancis menduga dia mengkoordinasikan pembunuhan seorang perwira polisi Perancis dan istrinya di rumah mereka di tahun 2016

 

Rekaman audio yang dibuat pada bulan Desember, yang dirancang akan dirilis setelah kematiannya menyebar melalui saluran media sosial akhir Rabu. Dalam pesan tersebut, Kassim mengatakan ia telah diminta untuk melakukan serangan bunuh diri. Dia juga meminta para sesama pejuang untuk  memperlakukan  istri mereka yang tewas dengan baik.

 

Pada Juli tahun lalu, setelah serangan Bastille Day di Nice yang menewaskan 86 orang,  Kassim muncul di video propaganda di mana ia memenggal tawanan dan menyerukan serangan lagi terhadap warga Perancis.

 

Kassim menjadi radikal setelah bepergian ke Aljazair pada tahun 2011. Setelah kembali ke Perancis, dia dilarang ke masjid setempat karena retorika kekerasannya. Ia  punmeninggalkan Perancis ke Suriah pada tahun 2012 dengan membawa istri dan tiga anaknya.

 

Sekitar 240 orang telah tewas di Perancis oleh serangan ISIS sejak awal 2015. Negara ini menjadi bagian utama dari operasi koalisi pimpinan AS untuk mengusir ISIS keluar dari wilayah mereka di Irak dan Suriah.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X