
Macau - Kim Han Sol (21), anak dari Kim Jong Nam, sebelumnya telah ditetapkan untuk kuliah di Oxford, mengambil pascasarjana.
Namun para pejabat keamanan China memperingatkan adanya perencanaan untuk membunuh keluarganya
Sebelumnya ia telah memenangkan tempat kuliah di Inggris. Pacarnya juga seorang mahasiswi yang kuliah di sana. Tetapi tawaran itu bertepatan dengan peringatan dari pejabat keamanan China, bahwa ia bisa terbunuh di Inggris.
Sikap cinta damai dari Han Sol, yang belajar politik di Paris selama tiga tahun, dipandang sebagai potensi yang mampu meruntuhkan rezim sang paman, Kim Jong Un, di Korea Utara.
Menurut Daily Mail, Han Sol sekeluarga hidup dalam ketakutan. Mereka selalu diawasi penjaga bersenjata dengan ibunya Ri Hye Kyong dan adik Sol Hui, 18, di Macau. Mereka memiliki perlindungan ekstra dari agen keamanan China.
Warga di blok apartemen tempat keluarga itu tinggal mengatakan polisi bersenjata selalu berpatroli di sana. Setidaknya tiga bulan sebelum pembunuhan Jong Nam.
Han Sol dan ayahnya disarankan untuk tidak bepergian ke luar Macau. Di wilayah ini, Korea Utara enggan untuk mengirim agennya karena alasan politik. Begitu sumber-sumber keamanan mengatakan seperti ditulis Sunday Mail.
Namun pejudi dan playboy Kim Jong Nam mengabaikan peringatan tersebut. Ia nekat pergi ke Malaysia di mana kabarnya ia memiliki wanita simpanan. Hingga ia meninggal karena diracun di Bandara Kuala Lumpur, Senin.
Han Sol tampaknya mematuhi peringatan itu. Ia menolak tawaran kuliah UK dan memutuskan tetap tinggal di Macau.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU