Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pasukan Irak Mulai Serangan Baru Rebut Wilayah Barat Mosul

Internasional
20 Feb 2017
Pasukan Irak Mulai  Serangan Baru Rebut Wilayah Barat Mosul

 

Baghdad - Pasukan keamanan Irak mengumumkan dimulainya serangan baru untuk mengusir para militan ISIS dari kubu utamanya di sisi barat Mosul, pada Minggu waktu setempat.

 

Militer Irak, polisi federal dan beberapa unit paramiliter dari Hashd Shaabi sudah bergerak di pagi hari dari selatan dan barat Mosul. Pasukan, sejauh ini, telah berhasil merebut kembali kontrol dari total 17 desa, menurut pernyataan oleh Gabungan Komando Operasi Irak dikutip Xinhua, Senin, (20/2/2017).

 

Di selatan Mosul, pasukan polisi federal dan Kontra-Terorisme Service (CTS) bentrok dengan militan ISIS untuk merebut kembali sembilan desa dan pembangkit listrik yang menyediakan listrik untuk sisi barat Mosul.  Pasukan militer Irak menewaskan banyak militan ISIS dan menghancurkan 14 kendaraan ISIS.

 

Di sebelah barat Mosul, Divisi lapis baja 9  merebut enam desa lainnya karena mereka maju ke Attshana Hills, 10 km sebelah barat dari Mosul, setelah bentrokan sporadis dengan militan ISIS.

 

Juga di sebelah barat kota, unit paramiliter dari Hashd Shaabi bekerja sama dengan Brigade dari Divisi ke-9  maju di daerah terbuka yang luas di sebelah barat dari Mosul dan  merebut kembali desa Hamza dan Gaisoum Hill.

 

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan dimulainya serangan untuk mengusir militan ISIS dari sisi barat Mosul.  "Kami mengumumkan awal dari sebuah fase baru dalam membebaskan sisi barat Mosul," kata Abadi  "Tugas utama kami adalah untuk membebaskan orang-orang.”

 

 Akhir bulan Januari lalu,  Abadi menyatakan pembebasan sisi timur Mosul, atau tepi kiri Tigris, setelah lebih dari 100 hari pertempuran melawan militan ISIS. Namun, sisi barat Mosul tampaknya menjadi tantangan yang lebih besar untuk pasukan Irak dengan jalan-jalan sempit dan banyaknya penduduk antara 750.000 dan 800.000 jiwa, menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X