
Jakarta - Para pejabat AS berjanji kepada Meksiko tidak ada deportasi massal atau penggunaan kekuatan militer untuk mengusir imigran.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS John Kelly dan Sekretaris Negara Rex Tillerson bertemu dengan menteri Meksiko menyatakan "keprihatinan " atas sikap agresif Trump pada hubungan perdagangan dan migrasi dengan Meksiko.
Trump bersumpah untuk membangun dinding di sepanjang perbatasan AS dan Meksiko untuk mencegah imigraa selama kampanye presiden. Department of Homeland Security (DHS) pada Selasa mengeluarkan perintah baru untuk meningkatkan penangkapan dan deportasi imigran ilegal, banyak dari mereka berasal Meksiko.
Tetapi Kelly berjanji pada konferensi pers di Mexico City pada hari Kamis bahwa tidak akan ada deportasi massal. “Segala sesuatu yang kita lakukan dalam DHS akan dilakukan secara legal. Tidak akan ada penggunaan kekuatan militer untuk operasi imigrasi," tambahnya dilansir AFP, Jumat, (24/2/2017)
Sebelumnya di Gedung Putih, Trump menjelaskan deportasi bagian dari operasi militer. Juru bicara Sean Spicer kemudian mengatakan Trump menggunakan istilah "militer" hanya "sebagai kata sifat" yang berarti efisien.
Menteri Luar Negeri Meksiko Luis Videgaray, yang bertemu dengan Tillerson, mengulangi sumpahnya untuk tidak membiarkan Amerika Serikat memberlakukan reformasi migrasi secara sepihak. "Ada kekhawatiran dan iritasi antara Meksiko tentang apa yang dilihat sebagai kebijakan yang bisa merugikan bagi orang Meksiko di Meksiko dan di luar negeri," katanya.
Tillerson mengatakan kedua pihak menegaskan kembali komitmen bersama untuk menjaga hukum dan ketertiban di sepanjang perbatasan dengan menghentikan potensi teroris dan membongkar jaringan kejahatan transnasional.
"Tidak salah lagi bahwa aturan hukum penting di kedua sisi perbatasan."
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU