Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Puluhan Ribu Warga Sipil Melarikan Diri Dari Mosul di Tengah Pertempuran Sengit

Internasional
01 Mar 2017
Puluhan Ribu Warga Sipil Melarikan Diri  Dari Mosul di Tengah Pertempuran Sengit

 

 

Baghdad - Jumlah warga sipil yang mengungsi dari Mosul barat di Irak utara meningkat tajam bersamaan dengan operasi militer yang  sekarang sedang dilakukan.

 

Selama dua hari terakhir, 12.700 orang mengungsi dari Mosul barat, di mana polisi federal Irak dan pasukan khusus berperang melawan militan  ISIS.

 

Para  pengungsi bergerak terutama ke Hammam al Alil, di mana pemeriksaan keamanan dilakukan.  Karena jumlah warga yang mengungsi meningkat, lebih banyak ruang yang dibutuhkan di kamp-kamp. Ruang saat ini sudah cukup untuk menerima 85.000 orang.

 

Di sisi lain, makanan adalah perhatian utama bagi lebih dari 750.000 orang yang hidup dalam kondisi mengerikan di Mosul barat. Banyak warga mengeluh harga pangan  meningkat dan menjadi tidak terjangkau, dan beberapa dari mereka mengatakan tidak memiliki akses ke makanan.

 

"Situasi ini luar biasa," kata  warga Mosul seperti dilaporkan Xinhua, Rabu, (1/3/2017). "Tidak ada makanan, tidak ada air bersih, tidak ada gas untuk pemanas, ada obat dan tidak ada layanan."

 

Sejauh ini, Program Pangan Dunia (WFP) telah memberikan makanan untuk lebih dari 6.000 orang yang melarikan diri ke selatan Mosul barat. Sebagian besar telah membuat jalan mereka ke Hammam Al Alil, dan kamp Haj Ali. WFP memiliki cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari 770.000 orang yang tinggal di Mosul barat.

 

Sally Haydock, Direktur WFP di Irak, mengimbau semua pihak dalam konflik untuk memfasilitasi akses kemanusiaan langsung dan tanpa hambatan ke semua warga Irak yang membutuhkan bantuan.

 

Tentara Irak menuju Mosul dilakukan setelah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan pada 19 Februari untuk melancarkan serangan mengusir militan ISIS dari sisi barat Mosul.

 

Akhir bulan Januari, al-Abadi menyatakan pembebasan sisi timur Mosul setelah lebih dari 100 hari pertempuran melawan ISIS. Namun, sisi barat Mosul, dengan jalan-jalan sempit dan populasi antara 750.000 dan 800.000 warga, tampaknya menjadi tantangan yang lebih besar kepada pasukan Irak.

 

Pada hari Senin, pasukan Irak menguasai sebuah jembatan strategis di seberang Sungai Tigris, setelah merebut lingkungan Jawsaq dari militan ISIS di Mosul barat. Pada hari Minggu, pasukan Irak membebaskan wilayah al-Mamoun di Mosul selatan.

 

Pasukan khusus Irak juga memasuki kawasan yang berdekatan dari Wadi Hajar dan mengalami bentrokan sengit dengan militan ISIS. Di luar kota, tentara Irak Divisi 9 maju melalui padang pasir terbuka untuk memutus jalan antara Mosul barat dan ISIS guna mencegah militan dari resupplying atau mundur karena mereka berada di bawah tekanan dari pasukan Irak yang maju dari Selatan.

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X