
Jakarta - Sekitar 15.000 anak-anak telah meninggalkan bagian barat kota Mosul Irak selama minggu terakhir di mana pertempuran antara pasukan pemerintah dan ISIS semakin intensif.
"UNICEF menanggapi kebutuhan mendesak di kamp Hamam Al Alil, 20 km dari Mosul, di mana bantuan diberikan kepada anak-anak pada saat kedatangan mereka," kata Bastien Vigneau dari UNICEF dilansir Xinhua, Sabtu, (4/3/2017)..
Dia mengatakan anak-anak sangat takut suara bom, yang jadi salah satu alasan utama orang tua mereka memutuskan untuk melarikan diri. Mereka melarikan diri dengan ala kadarnya dan dalam kebanyakan kasus membawa sedikit pakaian. Anak-anak dan keluarga mereka sebagian besar tiba dengan bus yang disediakan oleh militer.
“Prioritas utama, selain tanggap darurat pertama, termasuk kesehatan, untuk memastikan bahwa anak-anak diimunisasi, terutama campak dan polio, “kata Vigneau.
Matthew Sarmash, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), mengatakan peningkatan yang signifikan dalam perpindahan terlihat dalam beberapa hari terakhir dan kamp Hamam Al Alil semakin mencapai kapasitas maksimum.
Pada saat ini, 150.000 tempat ditempati. Dia mengatakan pembangunan sedang berjalan untuk menampung hingga 250.000 orang di sana.
Vigneau mengatakan lebih dari 100.000 anak-anak telah mengungsi dari Mosul sejak operasi militer terhadap ISIS dimulai pada Oktober 2016.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU