
Khartoum - Kementerian Luar Negeri Sudan pada Kamis (9/3) memanggil Kuasa Usaha AS untuk Khartoum guna memprotes larangan perjalanan, yang membatasi masuknya warga negara Sudan, ke Amerika Serikat.
Wakil Menteri di Kementerian Luar Negeri Sudan Abdul-Ghani An-Naeem menyampaikan kekecewaan Sudan kepada Steven Koutsis, Diplomat AS, sehubungan dengan larangan perjalanan tersebut.
Sudan menunggu penghapusan namanya dari daftar AS mengenai negara asal terorisme. Dan menawarkan kemitraan dalam perdamaian, keamanan dan pembangunan kepada AS. Begitu pernyataan yang dilansir Xinhua.
Sudan, tambah pernyataan tersebut, juga akan melanjutkan kerjasamanya sebagai mitra dalam memerangi terorisme. Dan mewujudkan keamanan serta perdamaian regional dan internasional.
Presiden AS Donald Trump pada 6 Maret mengeluarkan perintah eksekutif baru, yang mempertahankan larangan 90-hari atas warga negara Suriah, Yaman, Sudan, Libya, Iran dan Somalia untuk memasuki Amerika Serikat. Perintah eksekutif itu berlaku pada 16 Maret.
Irak dihapus dari daftar tersebut, setelah menjadi sasaran larangan serupa pada Januari.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU