
Jakarta - Pelajar Indonesia di Ritsumeikan Asia Pasific University (APU), Beppu, Oita, Jepang menggelar Indonesian Week 2016. Acara tahunan bertema "The Untold Indonesia" ini dilaksanakan mulai 11 Juli hingga 15 Juli 2016 dengan menonjolkan kemegahan dan keanekaragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Bagaimana cerita tentang jalannya acara ini, berikut petikan wawancara hariansuara.com bersama Riz Arzaf, Ketua Panitia Indonesian Week 2016, Rabu, (13/7/2016).
HS: Bisa diceritakan mengenai acara Indonesian Week 2016?
Indonesian Week 2016 adalah bagian dari program tahunan "Multicultural Week" yang diadakan oleh Ritsumeikan Asia Pacific University di Beppu- Japan. Selain Indonesian Week, di Ritsumeikan APU juga ada Thai Week, American Week dan Okinawa Week diantara lainnya. Indonesian Week tahun ini diadakan tanggal 11 sampai 15 Juli 2016, namun proses persiapannya dimulai dari bulan Oktober 2015.
HS: Apa sajakah kegiatan dalam acara tersebut?
Program Indonesian Week tahun ini ada enam acara yang dibagi dalam lima hari penyelengaraan. Di hari Senin ada parade yang diadakan di Air Mancur kampus Ritsumeikan APU. Di hari Selasa kita mengadakan "Cultural Showcase" bernama "1001 malam" di ampiteater kampus. Di hari rabu kita mengadakan "Hari Batik" dengan exhibition dan juga kelas membatik. Di hari Kamis ada rumah hantu yang didasarkan Lawang Sewu.
Dan di hari Jumat ada dua acara, yaitu Seminar mengenai Prospek Indonesia terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN, dengan pembicara Ben Perkasa Drajat selaku Wakil Duta Besar Indonesia ke Tokyo dan Emil Dardak, Bupati Kabupaten Trenggalek dan juga alumnus Ritsumeikan APU. Acara terakhir yang jatuh pada malam hari Jumat adalah "Grandshow" kami, yang diisi penampilan-panampilan tarian Indonesia dan juga drama karya murid kita.
HS: Siapa sajakah yang berpartisipasi dalam acara ini?
Indonesian Week 2016 diikuti oleh murid Ritsumeikan APU yang datang dari beraneka ragam latar belakang. Di Ritsumeikan APU sendiri ada murid dari lebih dari 50 negara, dan Indonesian Week terbuka ke 6000 murid yang ada di Ritsumeikan APU. Banyak murid internasional yang berikut serta menjadi penari, dan juga ada beberapa yang ikut menjadi panitia.
HS: Sejak kapan acara Indonesian Week 2016 diselenggarakan? Dan apa yang membedakan acara ini dengan acara terdahulu?
Indonesian Week sudah ada sejak 2002, dan yang membedakan tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah adanya kegiatan-kegiatan yang bukan sekedar pementasan budaya. Selain kelas membatik di Hari Batik, tahun ini kita juga mempunyai Seminar dimana teman-teman Internasional kita bisa melihat sisi lain dari budaya Indonesia yang beraneka ragam. Maka karena itu, nama dari Indonesian Week tahun ini adalah "Indonesian Week 2016- The Untold Indonesia" dengan slogan "More than meets the Eye"
HS: Suka dan duka menyelenggarakan acara Indonesian Week 2016?
Menurut saya, hal paling menyenangkan dari menyelenggarakan Indonesian Week adalah melihat teman-teman Internasional kita tertarik dan ingin tahu mengenai Indonesia. Teman-teman Internasional kita kadang harus latihan setiap hari selama berminggu-minggu untuk latihan tarian-tarian Indonesia, namun mereka selalu tetap semangat, dan menurut saya itu yang paling menyenangkan dari mengadakan Indonesian Week.
HS: Lantas harapan untuk acara ini dikedepannya?
Harapan kami kedepannya adalah agar Indonesian Week bisa terus menjadi salah satu "staple events" di Ritsumeikan APU yang dinanti-nanti oleh warga Ritsumeikan APU, agar seluruh teman-teman Internasional bisa melihat Indonesia untuk kekayaan budaya nya! Kami juga harap dengan Indonesian Week, kami bisa terus mengangkat ketertarikan terhadap Indonesia.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU