
London – Stand promosi pariwisata dan budaya Indonesia yang ada di pameran Bolsa Turismo de Lisboa di Lisabon, Portugal, menarik perhatian peserta pameran.
Disana, Indonesia memperkenalkan beberapa hal seperti produk kopi Pakesang rempah-rempah, sirup pala, batik tubo dan atraksi kesenian dari Maluku Utara seperti Tarian Cakalele dan kuliner.
BTL 2017 yang berlangsung selama lima hari 15-19 Maret 2017 merupakan pameran pariwisata terbesar di Portugal diselenggarakan KBRI Lisabonmengandeng Asya Tour and Travel Ternate dalam mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya destinasi wisata Propinsi Maluku Utara.
Fungsi Ekonomi KBRI Lisabon, AR Aji Nasution, Selasa, menyebutkan pameran pariwisata dibuka Perdana Menteri Portugal Antonio Costa, diikuti sekitar 900 perusahaan dan sejumlah perwakilan berbagai negara serta dihadiri sekitar 80 ribu pengunjung.
Portugal dengan jumlah penduduk 10,5 juta orang merupakan salah satu negara yang memiliki hobi minum kopi yang tinggi. Menurut data Asosiasi Kopi Portugal (AICC), Portugal merupakan negara ke-empat terbesar di Eropa untuk konsumsi kopi.
Selain sajian kuliner Maluku Utara, pengunjung dihibur dengan tarian Cakalele Maluku Utara dan tarian tradisional Nusantara lainnya seperti tari Zapin, Riau, tari Klono Topeng, Yogyakarta dan tari Kembang Tanjung, Jawa Barat.
Dubes RI di Lisabon, Mulya Wirana menyampaikan "Update on Indonesian Tourism" dan Erwati Safiun, Asya Tour and Travel, mengenai "Beyond Bali: North Maluku Tourism Potential and Opportunities".
Menurut Sales and Marketing, Asya Tour and Travel, Asnawi Ibrahim, keikutsertaan Maluku Utara dalam BTL 2017 merupakan lanjutan promosi Maluku Utara di Portugal. KBRI Lisabon dan Asya Tour and Travel menarik wisatawan yang berminat mengunjungi sejumlah obyek wisata peninggalan Portugal dan bangsa Eropa lainnya seperti benteng Kalamata, Tolukko, Kastela, fort city of promise dan benteng Oranje di Maluku Utara.
Diharapkan dengan promosi yang dilakukan di BTL 2017, jumlah wisatawan Portugal ke Indonesia yang setiap tahunnya berjumlah 25.000 semakin meningkat dengan destinasi yang semakin bervariasi di Indonesia.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU