Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

PM Irak Berterima Kasih Pada Donald Trump

Internasional
21 Mar 2017
PM Irak Berterima Kasih Pada Donald Trump

 

Washington – Ucapan terima kasih datang Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi kepada Presiden AS Donald Trump terkait atas penghapusan Irak dari daftar larangan perjalanan, Senin (20/3).

 

Ia juga mengatakan tekad menjalin kerjasama kuat dalam memerangi IS.

 

Kedua pemimpin itu duduk bersama di Gedung Putih untuk pertama kali sejak Trump menjabat pada 20 Januari. Abadi berusaha mencoba mengalahkan IS, yang merebut bagian dari wilayah Irak.

 

Setelah menerima permohonan Abadi, Trump memutuskan mengubah kebijakannya pada bulan ini agar untuk sementara waktu, larangan masuk wisatawan dari beberapa negara berpenduduk sebagian besar Muslim tidak berlaku bagi warga Irak karena mempertimbangkan hubungan kerjasama negara itu dengan Amerika Serikat.

 

Sementara itu, 27 larangan perjalanan dan pembaruan dari keputusan presiden tersebut dibatalkan pengadilan federal.

 

Penentang kebijakan itu berpendapat bahwa larangan tersebut adalah bentuk diskriminasi terhadap Muslim dan melanggar jaminan AS terhadap undang-undang kebebasan beragama.

 

Trump berpendapat bahwa kebijakan itu perlu diterapkan untuk menjaga keamanan nasional serta melindungi negara dari serangan teroris.

 

"Saya berterima kasih karena telah menghapus Irak dari keputusan presiden itu. Ini bentuk tanggapan positif atas permintaan warga Irak dan untuk jalinan hubungan lebih baik Amerika Serikat dengan Irak.

 

Trump mengatakan kepada Abadi bahwa ia tahu pasukannya telah berjuang keras menghadapi kelompok pemberontak IS.

 

"Ini bukan pekerjaan mudah," kata Trump.

 

"Ini pekerjaan yang sangat berat. Tentara Anda telah berjuang keras. Aku tahu mereka berjuang sekuat tenaga di Mosul," tambahnya.

 

"Tujuan utama kami adalah kita harus menyingkirkan IS. Kita akan menyingkirkan mereka. Itu akan terjadi. Itu akan terjadi sekarang," kata Trump menambahkan lagi.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X