
Jerusalem – Pemukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan dicatat pada Rabu (22/3), mengalami kenaikan sebesar 40 persen, menurut data resmi Israel.
Selama 2016 2.630 rumah baru mulai dibangun, 40 persen lebih banyak daripada yang dibangun pada 2015, demikian data yang diperlihatkan oleh Biro Statistik Sentral Israel.
Menurut Peace Now, pengawas permukiman Israel, kenaikan itu menandai jumlah tertinggi kedua permukiman yang dibangun selama 15 tahun belakangan.
"Peningkatan tajam pembangunan permukiman mengirim pesan jelas kepada rakyat Palestina dan kepada masyarakat internasional bahwa Israel tidak tertarik pada penyelesaian dua-negara," demikian tuduhan kelompok itu, Kamis pagi.
Data tersebut disiarkan saat satu delegasi Israel berada di Washington untuk pembicaraan dengan pejabat pemerintah Donald Trump mengenai pengekangan permukiman.
Pada Februari, Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel "mesti menahan diri" dalam pembangunan permukiman baru "untuk sejenak".
Pembangunan permukiman Israel adalah pertikaian utama antara Israel dan Palestina.
Permukiman itu tidak sah berdasarkan hukum internasional sebab dibangun di tanah yang disita oleh Israel dalam Perang Timur Tengah 1967. Sementara itu Palestina ingin mendirikan Negara Palestina Merdeka di wilayah tersebut.
Mantan pemerintah AS mengecam berlanjutnya permukiman Israel, yang dipandangnya sebagai penghalang besar bagi perdamaian.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU