Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Vladimir Putin: Pasca Serangan Gas Beracun, Desak PBB Segera Bertindak

Internasional
12 Apr 2017
Vladimir Putin: Pasca Serangan Gas Beracun, Desak PBB Segera Bertindak

 

Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan akan meminta PBB melakukan penyelidikan terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. Ia menduga provokasi baru timbul terkait unsur beracun di Suriah.

 

"Kami akan secara resmi meminta struktur PBB di Den Haag serta masyarakat internasional secara seksama menyelidiki insiden ini dan untuk mengambil keputusan yang berimbang berdasarkan hasil investigasi," ucap Putin dalam acara jumpa pers bersama dengan Presiden Italia Sergio Mattarella.

 

Berdasarkan laporan, serangan gas beracun pada 4 April di provinsi Suriah yang dikuasai pemberontak di barat laut, Idlib, menewaskan sedikitnya 70 warga sipil dan melukai sejumlah lainnya.

 

Beberapa negara kuat Barat, termasuk Amerika Serikat, menyalahkan pemerintahan Bashar al-Assad atas serangan tersebut.

 

Pemerintah Suriah membantah memiliki senjata kimia sementara Kementerian Pertahanan Rusia menuding kelompok pemberontak Suriah memproduksi bahan-bahan beracun di sebuah gudang yang meledak ketika pesawat-pesawat tempur Suriah melancarkan serangan dan ledakan itu menyebabkan pencemaran.

 

Kamis lalu Amerika Serikat meluncurkan 59 peluru kendali ke sebuah pangkalan udara Suriah yang dicurigai jadi tempat asal pesawat-pesawat pembawa senjata kimia diterbangkan.

 

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa bahwa sembilan warga sipil, termasuk empat anak tewas dan 10 lainnya mengalami luka dalam serangan itu.

 

Putin mengatakan perkembangan tersebut mengingatkan dirinya akan peristiwa tahun 2003. Saat itu, perwakilan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB menunjukkan unsur beracun yang diduga ditemukan di Irak untuk membenarkan invasi ke negara itu.

 

"Setelah serangan militer mulai dilakukan di Irak, yang berakhir dengan kehancuran negara itu, ada peningkatan ancaman teroris dan pemunculan IS di kancah internasional," kata Putin.

 

Sementara itu, Mattarella saat jumpa pers menyatakan harapan bahwa Moskow dan kekuatan-kekuatan dunia lainnya bisa menggunakan pengaruh mereka untuk menghindarkan berulangnya serangan gas di Suriah. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X