
Kabul - Amerika Serikat menjatuhkan "induk dari segala bom", perangkat non-nuklir terbesar yang selama ini belum pernah diluncurkan dalam pertempuran. Peristiwa itu menewaskan 36 terduga anggota kelompok IS di Afganistan.
Juru bicara Kemhan, Dawlat Waziri mengatakan tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam ledakan besar yang menargetkan jaringan sel kelompok pemberontak yang bersembunyi di beberapa gua dan terowongan.
"Tidak ada warga sipil yang terluka dan hanya menghancurkan sebuah markas yang digunakan oleh kelompok Daesh untuk memulai serangan di bagian lain provinsi itu," ungkapnya.
Ia menggunakan istilah Arab "Daesh" mengacu pada kelompok IS, yang telah membentuk kubu kecil di Afghanistan timur dan melancarkan serangkaian serangan mematikan di Kabul, ibu kota Afghanistan.
Bom GBU-43 yang memiliki berat 21.600 pound (9.797 kg) dan memuat 11 ton bahan peledak, dijatuhkan dari sebuah pesawat MC-130 di distrik Achin, provinsi Nangarhar, dekat perbatasan dengan Pakistan, kata juru bicara Pentagon, Adam Stump, Kamis.
"Ini bukan perang melawan teror, tetapi sebuah tindakan tidak manusiawi dan merupakan prilaku penyalahgunaan yang sangat kejam dilakukan terhadap negara kami, sebagai tempat uji coba senjata baru yang berbahaya," ucap mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU