
Mogadishu - Pemerintah Somalia pada Rabu (19/4) meluncurkan Pusat Koordinasi Kemanusiaan Nasional. Hl ini untuk membantu menangani bencana dan mengekang terulangnya kemarau di negara tersebut
Peluncuran dilakukan oleh Wakil Perdana Menteri Mahdi Mohamed Guled.
"Kami menyeru semua mitra kami dan lembaga PBB agar sepenuhnya terlibat dengan kami. Dalam pembuatan sistem yang dapat dengan lebih baik membantu kami menangani bencana dan memperkecil dampak terulangnya kemarau seperti ini di Somalia," kata Guled selama peluncuran di Mogadishu.
Peluncuran pusat itu dilakukan saat jutaan orang Somalia menderita akibat kemarau parah.
Sementara hampir setengah juta warga Somalia memerlukan bantuan, termasuk 330.000 anak kecil yang menderita gizi buruk akut. Sekretaris jenderal PBB memohon bantuan dana sebesar 825 juta dolar AS untuk mendukung 5,5 juta orang selama enam bulan.
Guled mengatakan pemerintah telah berusaha sekuat mungkin untuk menanggapi dampak kemarau. Dan segera terlibat dengan Komite Kemarau Nasional, yang menyiapkan mekanisme dan strategi yang diperlukan. Guna membantu meringankan nasib buruk penduduk yang terkena dampak kemarau.
Guled mengatakan pemerintah sangat prihatin mengenai dampak krisis tersebut, terutama di daerah yang mengalami kekurangan air dan tidak memiliki, sekalipun, fasilitas untuk menyimpan air.
"Di antara keprihatinan khusus itu ialah laporan yang kami terima dari masyarakat yang terpengaruh yang berada di dekat sungai yang airnya kering. Sumur juga telah kering. Di banyak bagian negeri ini, rombongan keluarga miskin telah keluar permukiman mereka untuk mencari makanan dan air di daerah lain dengan jalan kaki, setelah mereka kehilangan ternak mereka," ungkapnya. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU