Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

PM Inggris Minta Para Menteri Sukseskan Brexit

Internasional
20 Jul 2016
PM Inggris Minta Para Menteri Sukseskan Brexit

 

Jakarta - Perdana Menteri baru Inggris Theresa May akan menggunakan pertemuan pertama para menteri seniornya pada Selasa, (19/7/2016), untuk memberitahu mereka agar semua berperan menyukseskan proses Inggris keluar dari Uni Eropa.

 

May, yang mendukung Inggris tetap berada di Uni Eropa, menjelang referendum pada bulan lalu menunjuk pendukung Brexit untuk beberapa peran penting, termasuk menteri luar negeri.

 

Kantor May mengatakan bahwa dia juga akan memberitahu kabinetnya bahwa pemerintah harus merebut peluang global, yang ditawarkan dengan meninggalkan Uni Eropa dan memastikan Inggris tetap terbuka untuk bisnis.

 

"Brexit berarti Brexit dan kita akan memastikan keberhasilannya. Ini akan menjadi tanggung jawab semua orang yang duduk di sekitar meja kabinet untuk membuat Brexit berhasil untuk Inggris," kata May dalam sebuah pernyataan menjelang pertemuan.

 

"Ini juga akan menjadi tugas mereka untuk memberikan keberhasilan atas nama semua orang di Inggris, bukan hanya beberapa orang dengan hak istimewa. Itu sebabnya keadilan sosial akan berada di jantung pemerintahan saya." Sementara itu rakyat Inggris yang menginginkan negaranya "keluar" dari Uni Eropa pada akhir Juni memenangi referendum Brexit (Inggris keluar dari UE) dengan mencatat perolehan 52 persen dari suara yang masuk.

 

Berdasarkan atas hasil itu, Inggris menarik diri dari keanggotaan Uni Eropa setelah bergabung selama 43 tahun.

 

Sementara hampir semua hasil pemungutan suara sudah dihitung, lebih dari 17 juta warga memilih Inggris mencabut keanggotaan di EU.

 

Sekitar 16 juta lainnya memilih tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Hasil resmi dikutip dari media lokal.

 

Inggris menjadi negara pertama yang keluar dalam sejarah 60 tahun keberadaan kelompok Eropa itu.

 

Inggris, yang mulai bergabung dengan Komunitas Ekonomi Eropa pada 1973, memang selalu mempunyai hubungan ambivalen dengan blok tersebut. Meski mendukung perdagangan bebas dan ekspansi keanggotaan ke Eropa timur, mereka menolak menggunakan mata uang euro maupun bergabung dalam zona bebas Schengen.

 

Hasil referendum menunjukkan perpecahan yang mendalam di masyarakat Inggris. Pendukung Brexit merupakan jutaan warga yang merasa ketinggalan dalam globalisasi dan tidak mendapat keuntungan dari ekonomi pasar bebas.

 

Seorang anggota parlemen Inggris yang pro-Uni Eropa bahkan tewas akibat ditembak oleh pelaku yang meneriakkan "Mati bagi para pengkhianat, kebebasan untuk Inggris" dalam pengadilan.

 

Pada akhirnya, kekhawatiran akan migrasi yang tidak terkontrol dan kedaulatan menang melawan peringatan akan dampak buruk terhadap ekonomi jika Inggris keluar dari Eropa.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X