
Berlin – Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengungkapkan, Inggris harus mengerti bahwa London tidak akan memiliki kelebihan daripada 27 sejawatnya di Uni Eropa begitu perundingan mengenai pengeluaran negara itu (Brexit) dari kelompok tersebut selesai.
"Tidak ada makan siang gratis," ucapnya.
Kanselir Angela Merkel memperingatkan warga Inggris tidak menipu diri bahwa mereka terus menikmati hak Uni Eropa setelah Brexit dan bersikeras kelompok tersebut hanya akan menyepakati masa depan hubungan dengan London setelah mereka memutuskan kesepakatan keluar.
Perdana Menteri Inggris, Theresa May mengatakan ucapan Merkel menggaris bawahi betapa sulit perundingan Brexit.
"Kami tidak ingin melemahkan Inggris, tapi kami juga tidak ingin negara Eropa yang lain melemah. Inggris seharusnya tidak mendapatkan keuntungan setelah keluar, yang tidak dimiliki negara lain," tambah Schaeuble.
Pekan lalu, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengumumkan Uni Eropa akan mengeluarkan pedoman soal perundingan pemisahan Inggris dari Uni Eropa.
"Sebagian besar masyarakat Eropa, termasuk hampir setengah pemilih Inggris berharap kita tetap bersama, tidak terpisah", ucap Tusk, "Tidak ada alasan untuk berpura-pura bahwa ini hari menyenangkan, bukan untuk Brussel, bukan untuk London." Namun, ia bersikeras bahwa "Brexit telah membuat kita, masyarakat 27 negara memiliki tekad yang lebih kuat dan lebih menyatu dibandingkan sebelumnya".
Bersamaan dengan pernyataan Tusk, Dewan Eropa mengeluarkan pernyataan yang menyayangkan surat pemberitahuan dari Inggris bahwa negara itu memisahkan diri dari Uni Eropa.
"Kami menyayangkan bahwa Kerajaan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa, tapi kami siap menjalani proses yang harus kami ikuti sekarang," kata pernyataan Dewan Eropa. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU