
hariansuara.com, Washington, AS - Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti dianugerahi Peter Benchley Ocean Awards atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut di Indonesia pada Kamis (11/5).
Banyak kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bersifat tegas seperti penenggelaman kapal asing yang menangkap ikan di laut, serta kebijakan melarang penangkapan menggunakan pukat tarik.
Namun dari ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan itu bisa dilihat hasilnya saat ini, yakni cadangan ikan bisa ditangkap misalnya, meningkat pesat dari 6,5 juta ton pada tahun 2014 kini menjadi 9,9 juta ton.
Semua ini tidak terlepas dari peran Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti.Penghargaan ini semakin meyakinkan bahwa yang dilakukan Indonesia selama ini sudah benar.
“Ya, meyakinkan saya bahwa apa yang kita lakukan sudah benar.Apalagi secara parameter ekonomi khan juga sangat luar biasa. Jadi kita melihat bahwa perang melawan illegal fishing ini adalah perang yang menguntungkan. Tidak ada perang yang menguntungkan selain perang melawan illegal fishing,”ucap Susi.
Peter Benchley Ocean Awards Merupakan penghargaan maritim tertinggi di dunia yang bersifat unik.
Tak hanya prestasi yang diraih pembuat kebijakan publik tetapi juga warga masyarakat dalam menyelamatkan laut.
“Tentu saja sensasi tentang saya yang ada di media adalah oh dia menenggelamkan lagi kapal-kapal nelayan asing, atau oh dia mengeluarkan kebijakan baru. Tetapi kebijakan itu dibuat bukan tanpa pemikiran mendalam dan target. Buktinya hasil yang dicapai memang luar biasa. Tahukah Anda bahwa di balik biaya menenggelamkan sekitar 360 kapal asing yang mencapai enam juta dolar itu, kami bisa meningkatkan tangkapan ikan dan pendapatan nelayan-nelayan kami? Bahkan ikan-ikan yang selama ini menghilang, sekarang ada lagi. Juga dampak kebijakan-kebijakan lain,” ungkapnya.
Tak hanya dari Indonesia yang meraih penghargaan, tetapi dari Negara lain, seperti Inggris dan Kanada mendapat penghargaan sesuai kategori. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU