Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Perawat Kanada Bunuh 8 Lansia

Internasional
02 Jun 2017
Perawat Kanada Bunuh 8 Lansia

 

hariansuara.com, Ontario - Seorang perawat Kanada mengaku bersalah pada Kamis karena menggunakan insulin untuk membunuh 8 pasien lanjut usia di sarana perawatan jangka panjang lebih dari tujuh tahun. Demikan jaksa setempat menyatakan.

 

Elizabeth Wettlaufer dituduh membunuh lima wanita dan tiga pria di kota Woodstock, Ontario dan London pada 2007 hingga 2014. Korban tewas berusia antara 75 hingga 96 tahun.

 

Di pengadilan, Elizabeth mengaku membunuh korban dengan menggunakan insulin tanpa alasan kesehatan, kata jaksa dalam pernyataan melalui surat elektronik.

 

Elizabeth dengan alasan tidak jelas, mengaku bersalah pada 8 dakwaan pembunuhan tingkat pertama, empat dakwaan percobaan pembunuhan lain dan dua dakwaan melakukan serangan.

 

Dia dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup saat pengumuman putusan hukuman yang akan diberikan dalam beberapa hari ke depan.

 

Kelompok advokasi CARP, yang sebelumnya dikenal sebagai Asosiasi Pensiunan Warga Kanada, pada Kamis meminta publik melakukan penyelidikan tentang penyalahgunaan perawatan jangka panjang di Kanada. Dengan mengatakan bahwa kasus Elizabeth adalah bagian dari krisis yang berkembang.

 

"Selama bertahun-tahun, kami mendengar cerita tentang warga yang menderita atau tewas. Akibat penyalahgunakan dan kekerasan dalam fasilitas yang bertujuan untuk memberikan perawatan," Kata Wanda Morris, wakil presiden advokasi untuk CARP.

 

Kasus pembunuhan dengan menimbulkan banyak korban jarang terjadi di Kanada.

 

Kasus Elizabeth adalah yang terbesar di provinsi Ontario sejak 2006. Ketika lima orang didakwa atas pembunuhan delapan anggota kelompok motor. Mereka dihukum penjara seumur hidup. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X