
hariansuara,com, Yangon, - Jenazah dan puing pesawat ditemukan di laut pada Kamis.
Pesawat angkut Y-8-200F buatan China hilang pada Rabu setelah lepas landas dari kota pesisir Myeik pada penerbangan militer mingguan.
Pesawat tersebut menuju Yangon, kota terbesar di Myanmar. Mengangkut 122 penumpang, termasuk 108 tentara dan anggota keluarga mereka serta 14 awak. Di antara mereka ada 15 anak, 58 orang dewasa dan 35 tentara serta awak pesawat, menurut sebuah pernyataan militer.
Tiga jenazah, termasuk dua orang dewasa dan anak-anak, ditemukan oleh sebuah kapal angkatan laut 35 kilometer dari kota Launglon. Tulis militer di laman akun Facebook resmi mereka.
Begitu juga roda pesawat yang diyakini berasal dari pesawat angkut Y-8 200F buatan China.
Sembilan kapal angkatan laut, lima pesawat militer dan dua helikopter dikerahkan pada Kamis untuk mencari pesawat yang hilang. Begitu rilis militer dalam siaran pers terbarunya.
Sekitar 500 orang, termasuk petugas medis dan petugas darurat, melanjutkan pencarian di pantai dekat kota Launglon.
Pesawat tersebut kehilangan kontak 29 menit setelah lepas landas ketika terbang dengan ketinggian 18.000 kaki (5.485 meter) di atas permukaan laut. Sekitar 43 mil (70 kilometer) sebelah barat kota Dawei, keterangan militer.
Saat Ini musim hujan di Myanmar, namun pejabat penerbangan sipil mengatakan bahwa cuaca telah `normal`, dengan tingkat keterlihatan yang baik ketika pesawat lepas landas.
Pesawat itu dibeli pada Maret 2016 dan memiliki total 809 jam terbang. Pesawat tersebut membawa 2,4 ton pasokan, jelas pihak militer. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU