
hariansuara.com, New York - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan terhadap Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Mali (MINUSMA) yang menewaskan tiga prajurit pemelihara perdamaian, Jumat (9/6)
Lewat juru bicaranya, dia mengatakan serangan pada prajurit pemelihara perdamaian di Kota Kidal, `merupakan kejahatan perang`. Ia menyerukan agar para pelakunya segera diseret ke pengadilan.
Guterres menyampaikan dukungan PBB untuk membantu menerapkan kesepakatan perdamaian di negara Afrika Barat tersebut. Demikian dilansir oleh Xinhua, saat dia menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga prajurit pemelihara perdamaian yang tewas dan harapan agar yang cedera segera sembuh.
Menurut MINUSMA, kampnya di Kidal diserang pada Kamis dengan menggunakan selusin bom dengan berbagai kaliber. Setelah itu, prajurit pemelihara perdamaian yang ditempatkan di luar kamp tersebut juga diserang. Pernyataan itu juga mengatakan delapan prajurit telah cedera.
Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Prancis mengedarkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan mengizinkan aksi militer oleh lima negara di Wilayah Sahel, di Afrika, terhadap kelompok ekstrem. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU