
hariansuara.com, New York - Seorang dokter menembak mati seorang wanita dan melukai enam rekan lainnya. Hal itu terjadi sebelum ia mengarahkan senapan ke dirinya sendiri di Rumah Sakit Bronx siang kemarin.
Dr Henry Bello, seorang dokter keluarga, menembaki rekan kerjanya saat berpakaian seperti dokter sekitar pukul 14.45 di pusat medis bagian Morris Heights di The Bronx.
Sumber polisi mengatakan pria bersenjata berusia 35 tahun itu menyembunyikan senapan bertenaga tinggi di balik jas. Kemudian menyerang di lantai 16 rumah sakit tersebut.
J Peter Gould, juru bicara NYPD, membenarkan bahwa penembak itu telah tewas setelah mengamuk.
“Dia meninggal karena luka tembak yang ditimbulkan dirinya sendiri di dalam gedung Bronx Leb,“ tuturnya.
Asap Nampak dari lantai 16. Unit NYPD yang dipersenjatai dikirim ke tempat kejadian dan mulai menjelajahi gedung tersebut untuk mencari tersangka.
The New York Daily News melaporkan bahwa jejak darah ditemukan mengarah dari lantai kedua ke lantai delapan.
Pejabat FDNY mengatakan kepada New York Times setidaknya tiga korban penembakan adalah dokter. Kondisi mereka belum diketahui saat ini.
Polisi menggambarkan tersangka dalam transmisi radio sebagai pria kurus tinggi dengan kemeja biru dan mantel lab putih.
Gambar televisi menunjukkan rumah sakit yang dikelilingi oleh mobil polisi dan truk pemadam kebakaran. Polisi bisa terlihat di atap gedung, pada satu titik, dengan senapan mereka dikokang.
Bronx-Lebanon Hospital Center adalah perawatan kesehatan sukarela dan non profit terbesar di selatan dan pusat Bronx.
Rumah sakit berusia 120 tahun tersebut memiliki hampir 1.000 tempat tidur tersebar di beberapa unit. Ruang gawat daruratnya termasuk yang paling sibuk di New York City.
Rumah sakit itu berjarak sekitar setengah mil utara Yankee Stadium. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU