Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Kemiskinan Buat Dua Wanita Serumah dengan Penyerang Brutalnya

Internasional
23 Jul 2017
Kemiskinan Buat Dua Wanita Serumah dengan Penyerang Brutalnya

 

hariansuara.com, Agra – Nasib tragis dialami oleh seorang ibu beserta 3 anak perempuan mereka.  Geeta Mahour, 40 dan  dan putrinya Neetu, 26 dan Krishna,  menderita luka mengerikan saat siraman acid oleh suaminya, Inderjeet, 60.

 

Neetu kini buta sementara adiknya, Krishna, meninggal karena infeksi sebulan kemudian. Peristiwa tragis dari pria pria yang suka mabuk-mabukan itu terjadi di Agra, Uttar Pradesh, India.

 

Alih-alih menemukan tempat berlindung yang aman, Geeta tidak mampu untuk tinggal dengan keluarganya sendiri. Mereka terlalu miskin dan kondisi luka mereka yang mengerikan menyebabkan mereka dikucilkan tetangga. Sehingga akhirnya ia memaafkan suaminya dan kembali ke rumah suaminya.

 

”Suami saya sering pulang malam dalam keadaan mabuk. ia sering mengancam kami dengan menyiram acid. Bahkan juga mengancam untuk membunuh kami saat mabuk. Setiap saat saya menangis. Karena kesengsaraan yang harus kami. Tapi, tidak ada yang bisa kami lakukan. Beginilah hidup kami,” tutur Geeta, seperti dilansir dari Daily Mail.

 

Neetu yang buta karena penyiraman yang dilakukan sang ayah, tidak pernah memprotes keputusan ibunya untuk pulang ke rumah ayahnya.

 

“Ketika itu putri sulung saya sedang tidur di rumah mertua saya jadi dia terhindar dari musibah ini. Saya masih ingat jeritan kesakitan dari putri saya. Polisi ditelepon dan kami dirawat di rumah sakit selama tiga sampai empat bulan," cerita Geeta.

 

Geeta melaporkan suaminya ke polisi dan Inderjeet ditangkap keesokan harinya.

 

Namun 3 bulan kemudian ketika kembali dari rumah sakit, keadaan menjadi lebih buruk.

 

“Kami sangat miskin. ketika  Rekha meninggal, kami bahkan tidak punya cukup uang untuk membeli kain kafan untuknya. Saya harus melepaskan rok saya dan membungkusnya sebelum menghanyutkan tubuhnya di sungai Gangga," tutur Geeta.

 

Inderjeet mengaku sangat menyesal atas kejadian tersebut.

 

 

“Setiap saya melihat Neetu, anak kami yang buta, saya selalu menangis dalam hati.” Toh pria ini tetap saja minum dan mabuk.

 

Untunglah, ada penolong bagi Neetu. Neetu menderita luka bakar asam di lengan, dada, wajah dan kedua matanya. Tapi dia telah memaafkan ayahnya atas serangan tersebut.

 

"Saya memaafkannya.”

 

Neetu mulai bekerja di Sheroes Café, di Agra, yang didirikan oleh organisasi nirlaba Stop Acid Attacks. Ini adalah kafe bagi korban serangan asam yang datang untuk bekerja sama dan menemukan kemerdekaan. Neetu berharap bisa menjadi penyanyi suatu hari nanti.

 

"Saya tidak pernah merasa sedih atau rendah diri," katanya. "Saya  tidak merasa lebih lemah dari orang lain. Semua orang mengalami pasang surut dalam kehidupan. Setiap orang harus berjuang untuk bertahan hidup. Hanya saja orang seperti saya harus berjuang sedikit lebih keras."

 

Mei lalu Neetu menjalani operasi di mata kanannya, dengan bantuan foundation Stop Acid Attack. Tapi operasi hanya memperbaiki matanya hingga tiga persen. Mata kirinya rusak permanen dan tidak bisa disembuhkan.

 

Geeta acap cemas pada masa depan putrinya itu saat ia nanti pergi.

 

"Neetu gadis yang kuat tapi kebutaannya menghentikannya melakukan pekerjaan sendiri. Saya harap keajaiban terjadi. Putriku memiliki hati yang indah dan saya sangat bangga padanya,” ujarnya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X