
hariansuara.com, Berlin – Media sosial Facebook telah dikritik sebagai salah satu titik utama tersebarnya berita palsu, yang dianggap banyak pihak telah mempengaruhi pemilihan presiden AS 2016.
Perusahaan teknologi tersebut dalam pernyataan di situsnya mengatakan pihaknya akan mulai menggunakan mesin pembelajaran yang telah diperbarui untuk mendeteksi kemungkinan hoax, dan mengirimnya ke pengecek fakta, yang akan menunjukkan hasilnya berdasarkan artikel aslinya.
Masalah tersebut juga menjadi topik besar di Eropa.
Jerman berencana mendenda jaringan-jaringan media sosial jika tidak segera menghapus unggahan bernada kebencian, menjelang pemilihan di negara itu pada September.
Pada Kamis, Facebook mengatakan dalam pernyataan terpisahnya di Jerman bahwa uji coba layanan pengecekan fakta telah diluncurkan di AS, Prancis, Belanda dan Jerman.
"Selain artikel mana yang diperdebatkan oleh pengecek fakta dari pihak ketiga, orang-orang ingin melihat lebih banyak konteks guna membuat keputusan berdasarkan informasi tentang apa yang mereka baca dan bagikan," ungkap Sara Su, manajer produk aliran berita Facebook.
Ia mengatakan bahwa Facebook akan terus menguji layanan ‘artikel terkait’ dan bekerja untuk perubahan lainnya pada aliran berita untuk mengurangi penyebaran berita palsu. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU