
hariansuara.com, Barcelona - Polisi Spanyol memburu tersangka serangan van Barcelona yang menewaskan 13 orang. Polisi meyakini tersangka serangan itu telah menyelinap melewati perbatasan ke Perancis.
Operasi keamanan telah dilakukan di Catalonia dan di perbatasan Prancis saat polisi Spanyol mencoba menemukan Younes Abouyaaqoub yang dipercaya satu-satunya dari 12 tersangka yang masih bebas
"Kami tidak memiliki informasi spesifik mengenai hal ini namun tidak dapat dikesampingkan," kata kepala polisi Catalan Josep Lluis Trapero dikutip The Epoch Times.
Media Spanyol mengatakan Abouyaaqoub dicurigai sebagai sopir, yang melarikan diri setelah serangan tersebut. Trapero mengatakan dia tidak bisa memastikan siapa yang mengendarai mobil, namun mengatakan penyidik polisi percaya satu orang berada di dalam van.
ISIS sebelumnya telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang meninggalkan jejak korban tewas dan 120 lainnya cedera dari 34 negara. Beberapa jam kemudian, polisi menembak mati lima orang yang memakai sabuk peledak palsu di resor tepi laut Catalan di Cambrils setelah mereka menabrak turis dengan mobil dan menusuk yang lain, menewaskan seorang wanita.
Seorang sumber polisi di Prancis mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat polisi di sana telah mencari supir van yang mungkin terhubung dengan serangan tersebut. Media Prancis mengatakan pada hari Sabtu kendaraan tersebut telah ditemukan di dekat Barcelona.
Ibu Abouyaaqoub Hannou Ghanimi, berbicara kepada wartawan, mendesak anaknya untuk menyerahkan diri ke polisi.
Serangan tersebut adalah yang paling mematikan di Spanyol selama lebih dari satu dekade. Dalam waktu kurang dari satu tahun, militan telah menggunakan kendaraan sebagai senjata untuk membunuh hampir 130 orang di Prancis, Jerman, Inggris, Swedia dan Spanyol.
Empat orang telah ditangkap sejauh ini sehubungan dengan serangan tersebut, tiga orang Maroko dan seorang warga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU