
Ankara - Pemerintah Turki merilis telah membebaskan lebih dari 750 tentara yang ditahan setelah kudeta gagal. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyatakan akan menarik tuntutan hukum kepada pihak atau orang yang menghinanya.
Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (31/7/2016), Imbas dari kegagalan kudeta pertengahan Juli ini, lebih dari 60 ribu orang telah ditahan kemudian dipecat. Erdogan menyebut 237 orang tewas dan lebih dari 2100 orang terluka. Negara barat yang menjadi sekutu Turki pun ikut mengecam aksi kudeta ini.
Namun, di sisi lain ada keprihatinan dari negara sekutu Turki yang juga sesama anggota NATO terkait tindakan keras serta penangkapan terhadap para pengikut Fethullah Gulen yang dianggap sebagai dalang kudeta. Ulama Turki yang berbasis di AS dituduh Pemerintah Turki sebagai dalang dari aksi kudeta pada 15-16 Juli ini.
Erdogan balik mengecam keprihatinan tersebut dengan mengatakan aksi sesama anggota NATO memalukan. Menurut ia, sejumlah negara sekutu itu lebih peduli dengan nasib pihak yang diduga sebagai otak kudeta. Mestinya, negara sekutu berdiri di belakang kebijakan Turki. Kritikan Erdogan juga ditujukan pemimpin negara sekutu yang tak memberikan dukungan karena tak mengunjungi Ankara pasca kegagalan kudeta tersebut.
Rencananya, dijadwalkan pejabat militer yang juga Kepala Staf Tentara AS, Joseph Dunford akan mengunjungi Turki.
Terkait pembebasan tentara, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa 758 tentara yang sudah memberikan kesaksian disetujui hakim untuk dibebaskan. Ini pula juga mendapat persetujuan dari jaksa setempat. Namun, 231 prajurit masih ditahan.
Turki merupakan negara kedua yang memiliki militer terbesar di dalam NATO. Dampak kudeta, militer Turki melakukan aksi bersih-bersih. Skitar 40 persen jenderal dan laksamana diberhntikan. Kemudian, sebanyak 99 perwira setingkat kolonel dipromosikan.
Sementara, Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik kepada penyiar NTV pada hari Jumat menegaskan perombakan di sektor militer ini belum berakhir. Aksi pembersihan ini dari yang diduga terlibat kudeta masih akan berlanjut.
Adapun Erdogan mengeluarkan kebijakan mengejutkan yaitu akan menarik tuntutan hukum karena penghinaan terhadap dirinya. Kebijakan ini tak lepas dari kritikan negara-negara Barat yang juga sekutu Turki. Selama Erdogan menjadi presiden Turki, Jaksa di Turki mengerjakan lebih dari 1800 kasus penghinaan terhadap Erdogan. Pihak yang terkena kasus ini berlatar belakang profesi wartawan sampai kartunis.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU