
hariansuara.com, Turki - Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menuduh Myanmar melakukan"genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya.
"Ada genosida di sana," kata Erdoğan dalam sebuah pidato di Istanbul saat perayaan Idul Adha. "Mereka yang menutup mata terhadap genosida di bawah naungan demokrasi adalah kolaboratornya."
Hampir 400 orang tewas dalam kekerasan di negara bagian Rakhine barat laut yang menurut militer Myanmar dipicu oleh serangan terhadap pasukan keamanan oleh gerilyawan dari etnis minoritas Rohingya.
Tentara mengatakan telah terjadi 90 bentrokan bersenjata, termasuk 30 serangan awal oleh gerilyawan pada 25 Agustus, membuat pertempuran lebih luas dari yang diumumkan sebelumnya. Tentara, menanggapi serangan tersebut dengan meluncurkan operasi militer terhadap pemberontak.
Advokat untuk Rohingya mengatakan pasukan keamanan dan warga menyerang dan membakar desa-desa, menembaki warga sipil dan menyebabkan orang lain melarikan diri. Ratusan warga sipil terbunuh, kata mereka.
Laporan itu semakin memperkuat ketegangan dan menimbulkan kekhawatiran bahwa kekerasan komunal di Rakhine terjadi di luar kendali.
Untuk menghindari kekerasan tersebut, sekitar 20.000 orang Rohingya berkumpul di sepanjang perbatasan Bangladesh, sementara puluhan orang menyeberangi dungai Naf
Erdogan mengatakan akan masalah tersebut di majelis umum PBB berikutnya di New York akhir bulan ini. Erdogan juga telah berbicara dengan sekretaris jenderal PBB, Antonio Guterres dan juga pemimpin Muslim lainnya.
Menurut kantor berita Anadolu yang dikelola negara, menteri luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada pihak berwenang Bangladesh untuk "membuka pintu" dan menambahkan Turki akan menanggung biaya jika membiarkan lebih banyak Rohingya yang masuk.
Bangladesh sudah menampung 400.000 Rohingya dan mengatakan tidak menginginkan lebih banyak Rohingya yang masuk ke wilayahnya. "Kami telah meminta Organisasi Kerjasama Islam," kata Cavusoglu. "Kami akan mengorganisir sebuah pertemuan puncak tahun ini [pada masalah ini] ... kita harus menemukan solusi pasti untuk masalah ini.".
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU