
hariansuara.com, New York - Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakankepada Dewan Keamanan PBB, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un "mengemis untuk perang."
"Sudah cukup, perang tidak pernah menjadi sesuatu yang diinginkan Amerika Serikat. Kami tidak menginginkannya sekarang, kesabaran negara kita tidak terbatas," kata Haley dalam sebuah sesi darurat Dewan Keamanan 15 anggota di New York.
Dia mengatakan sanksi tambahan terhadap Korea Utara yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan sejak 2006 telah gagal menghentikan Pyongyang. Dia mengatakan Kim tampaknya "mengemis untuk perang."
"Program nuklir Korea Utara lebih maju dan lebih berbahaya daripada sebelumnya," katanya. "Kita harus menerapkan tindakan kuat," tambah Haley.
Pyongyang mengklaim berhasil menguji sebuah bom hidrogen dan mengatakan senjata tersebut juga dapat digabungkan dengan salah satu rudal balistik antarbenua jarak jauhnya.
Survei Geologi AS mengatakan pihaknya mendeteksi ledakan di dekat Sungjibaegam, Korea Utara, Minggu siang yang "berada di dekat lokasi di mana Korea Utara meledakkan perangkat nuklir di masa lalu."
Tak lama setelah pengumuman keluar dari Korea Utara, Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan Presiden Trump ingin memberi pengarahan tentang "kemungkinan" pilihan militer yang ada untuk merespons.
"Kami menjelaskan bahwa AS memiliki kemampuan untuk membela diri dan sekutu kita, Korea Selatan dan Jepang dari serangan apapun," kata Mattis. "Setiap ancaman terhadap Amerika Serikat dan wilayahnya termasuk Guam atau sekutu kita akan disambut dengan respon militer."
Seperti dilaporkan NPR, tes nuklir Korea Utara sebelumnya telah berada dalam kisaran puluhan kiloton, kira-kira sama dengan ukuran bom Hiroshima dan Nagasaki yang dijatuhkan di kota-kota Jepang tersebut oleh para pembom Amerika pada akhir Perang Dunia II.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU