
hariansuara.com, Washington - ISIS mengaku bertanggung jawab atas aksi penembakan yang menewaskan 58 orang dan melukai sedikitnya 515 orang di Las Vegas.
Menurut kantor berita kelompok tersebut, Amaq, ISIS mengatakan orang bersenjata tersebut telah masuk Islam beberapa bulan yang lalu.
"Serangan Las Vegas dilakukan oleh seorang tentara ISIS dan dia melaksanakannya sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi," kata kantor berita Amaq merujuk pada koalisi pimpinan AS yang memerangi kelompok tersebut di Tengah Timur.
Namun pejabat AS mengatakan tidak ada bukti sejauh ini yang menghubungkan pria bersenjata itu ke kelompok militan internasional manapun. Dan menambahkan badan keamanan Amerika sedang memeriksa klaim tanggung jawab tersebut.
Pihak berwenang AS mengatakan pria bersenjata tersebut, yang tinggal di sebuah rumah di Mesquite, Nevada, dan mempersenjatai dirinya dengan lebih dari 10 senapan, melepaskan tembakan ke festival musik country Las Vegas pada hari Minggu malam dari jendela lantai 32.
Pria tersebut, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Stephen Paddock, bunuh diri sebelum polisi memasuki kamar hotel.
Dua pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada Reuters, nama Paddock tidak ada dalam database teroris yang dicurigai. “Ada alasan untuk percaya bahwa Paddock memiliki sejarah masalah psikologis,” katanya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU