
hariansuara.com, Washington - Gedung Putih mengumumkan visi untuk reformasi imigrasi pada hari Minggu dan mengatakan telah mengirim dokumen tersebut ke Kongres.
"Reformasi imigrasi harus menciptakan lebih banyak pekerjaan, upah lebih tinggi, dan keamanan yang lebih besar untuk orang Amerika sekarang dan untuk generasi mendatang," tulis Presiden A.S. Donald Trump dalam suratnya ke Kongres.
"Reformasi itu diperlukan untuk memastikan kemakmuran, kesempatan, dan keamanan bagi setiap warga negara kita," katanya.
Prinsip-prinsip yang diberikan Trump dalam dokumen tertutup itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu keamanan perbatasan dan penegakan interior.
Mengenai keamanan perbatasan, Trump mengulangi usulannya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS - Meksiko, yang merupakan salah satu janji kampanye yang paling menonjolnya saat kampanye terdahulu.
Untuk penegakan hukum, Trump akan memperingati kota-kota atau negara bagian yang memblokir upaya federal dalam menangani imigran ilegal.
"Pemerintah mengusulkan untuk memblokir kota-kota suaka dari menerima hibah atau kesepakatan kerja sama yang diberikan oleh Departemen Kehakiman dan Keamanan Dalam Negeri.”
Kebijakan tersebut dikeluarkan satu bulan setelah Departemen Kehakiman mengatakan akan menghentikan program "Deferred Action for Childhood Arrivals" yang diundangkan pada masa jabatan mantan Presiden Barack Obama.
Imigrasi telah menjadi masalah dalam masyarakat AS. Trump telah menjanjikan kontrol imigrasi yang ketat, yang menarik banyak pendukung konservatifnya namun kebijakannya ini juga mendapat banyak kritikan.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU