
hariansuara.com, La Paz - Presiden Bolivia Evo Morales dan sejumlah pejabat pemerintah, tamu istimewa dan masyarakat menghormati kenangan Ernesto "Che" Guevara pada hari Senin.
Pada peringatan peringatan 50 tahun kematian tokoh revolusioner Amerika Latin ini Morales meminta orang-orang Bolivia untuk terus menjaga warisan Che dan mempertahankan perjuangan anti-imperialisnya.
"Penghormatan terbaik adalah melanjutkan perjuangan anti-imperialis. Hari ini lebih dari sebelumnya, Che diproyeksikan dengan kuat ke depan," kata presiden Bolivia tersebut.
Dengan kehadiran keluarga Che dan mantan rekan revolusioner, Morales mengatakan popularitas pemikiran Che di antara gerakan sosial di kawasan ini telah membantu generasi masa depan untuk membebaskan masyarakat dunia dan membangun dunia yang lebih baik.
"Kaum muda wajib memiliki warisan besarnya, contoh kehidupan koheren Che, untuk menempa bendera baru kesatuan dan mobilisasi, seorang Che merupakan model sosialis revolusioner yang disiplin, bijaksana dan setia terhadap tugasnya," kata Morales.
Dalam sambutannya, Morales mengharapkan sebuah dunia dengan demokrasi partisipatif yang nyata dimana pemerintah mendengarkan orang-orang, tanpa adanya oligarki atau hierarki keuangan.
Seperti diketahui, Che Lahir di kota Rosario, Argentina pada tahun 1928. Guevara bergabung dengan pemberontakan Fidel Castro pada tahun 1956 untuk menggulingkan diktator Kuba Fulgencio Batista dan memainkan peran utama dalam kemenangan pemberontak tersebut.
Dengan Kuba di bawah kepemimpinan baru, dia meninggalkan negara tersebut untuk melanjutkan perjuangannya melawan penindasan, pertama ke Kongo dan kemudian ke Bolivia, di mana dia disergap dan dibunuh oleh tentara bayaran.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU