
hariansuara.com, Pyongyang - Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara mengecam Amerika Serikat karena menarik keluar dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Kantor Berita Pusat resmi Korea (KCNA) mengatakan penarikan Amerika Serikat dari UNESCO adalah "puncak egoisme dan arogansi gaya AS karena tidak keberatan mengorbankan perdamaian dan peradaban global untuk kepentingannya sendiri."
Hal Ini juga menunjukkan kali kedua Amerika Serikat berhenti dari organisasi tersebut, yang telah menjadi "lebih ekspresif setelah Donald Trump menjabat."
Amerika Serikat telah menarik diri dari organisasi tersebut pada tahun 1984, kemudian masuk lagi di tahun 2003.
Pernyataan Korut tersebut mengatakan Amerika Serikat menarik diri dari UNESCO "dengan dalih iurannya senilai ratusan juta dolar AS yang belum dibayarkan sampai sekarang dan suara UNESCO yang meningkat mencela Israel."
Pernyataannya juga mengatakan Washington telah menolak untuk membayar iurannya ke UNESCO sejak 2011 setelah Palestina bergabung dengan organisasi tersebut, dengan menggunakan undang-undang nasionalnya yang melarang dukungan finansial bagi organisasi yang mengakui Palestina sebagai sebuah negara.
"Sekarang masyarakat internasional dengan suara bulat mengutuk Amerika Serikat karena masuk dan keluar dari UNESCO," tambahnya, "kali ini AS mengundurkan diri dari UNESCO, benar-benar mencabut pembenaran untuk membicarakan perdamaian, keamanan, dan peradaban global."
Amerika Serikat pada hari Kamis minggu lalu menginformasikan secara resmi mengundurkan diri dari organisasi tersebut pada 31 Desember 2018.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU