
hariansuara.com, Amerika Serikat - Gitanjali Rao dari Lone Tree, Colorado, memenangkan The Discovery Education’s 3M Young Scientist Challenge tahun ini karena berhasil menciptakan sensor mendeteksi timbal dalam air yang lebih baik daripada metode yang ada saat ini.
Rao yang masih berusia 11 tahun dinobatkan sebagai "Ilmuwan Muda Top Amerika" pada 17 Oktober dan berhasil membawa pulang 25.000 dollar untuk penemuannya.
"Saya mengikuti kasus pencemaran air di Flint, Michigan sekitar dua tahun lalu," katanya kepada ABC News. "Saya terkejut dengan jumlah orang yang terkena dampak kontaminasi timbal di air."
Krisis air di Flint berasal dari tindakan pemotongan biaya yang pada akhirnya mengakibatkan banyak penduduk beralih ke sungai yang terkontaminasi untuk persediaan air. Mereka akhirnya minum air yang mengandung timbal dan racun lainnya.
Rao melihat orang tuanya menguji air di rumah mereka sendiri saat dia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Rao mengatakan gagasan itu datang kepadanya saat melihat orangtua menguji timbal di air. “Well, ini bukan proses yang andal dan saya harus melakukan sesuatu untuk mengubah ini.” tuturnya.
Saat ini, orang dapat memilih satu dari dua metode saat menguji air dari kandungan timah. Mereka dapat menggunakan strip, yang nyaman namun tidak akurat, atau mereka dapat mengirim sampel ke Environmental Protection Agency (EPA), yang akan lebih dapat diandalkan namun lebih mahal dan memakan waktu.
Rao mulai mengembangkan idenya sekitar lima bulan yang lalu. Sebagai bagian dari kompetisi tersebut, dia kemudian dipasangkan dengan ilmuwan 3M Kathleen Shafer, yang mengkhususkan diri dalam mengembangkan teknologi plastik baru, dalam tiga bulan terakhir.
Hasil kerja Rao adalah detektor timah portabel yang dapat menunjukkan hasil pada aplikasi smartphone. Dia menyebutnya sebagai Tethys.
Rao berencana untuk menyimpan beberapa hadiah uangnya untuk kuliah dan menggunakan sisanya untuk memperbaiki Tethys, yang dia harapkan bisa dijual di masa depan. Dia bercita-cita menjadi ahli genetika atau ahli epidemiologi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU